KORMI Sejajar KONI, Sekjen Djainal Simanjuntak Jelaskan Tiga Pilar Olahraga

Sekjen KORMI Djainal Abidin Simanjuntak serahkan bendera Pataka kepada Ketum KORMI Sulut Annie Dondokambey di Gladi bersih acara pelantikan, Sabtu (24/6/2023). foto: donny/NPM

NPM, Manado – Undang–undang Nomor 11 tahun 2022 tentang keolahragaan ada tiga pilar. Pertama, olahraga pendidikan, kedua olahraga prestasi dan ketiga olahraga masyarakat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KORMI, Djainal Abidin Simanjuntak mengatakan, olahraga masyarakat adalah bagian dari pembangunan olahraga secara umum. Sekaligus bahwa olahraga masyarakat untuk menciptakan masyarakat tentang kebugaran, hubungan sosial terkait sport industrinya juga terkait pariwisata.

“Kami berharap tujuan olahraga masyarakat itu berkembang di Sulawesi Utara. Jadi Pengurus Provinsi Sulawesi Utara harus bekerja keras membentuk Kormi kabupaten kota,” imbau Simanjuntak pada sela pelantikan KORMI Sulut di Ruang CJ Rantung, Sabtu (24/6/2023).

Tanggal 2-9 Juli 2023 ada Fornas di Bandung, Jawa Barat. “Kita berharap Sulawesi Utara menunjukkan prestasi di tingkat nasional guna mengembangkan olahraga masyarakat, ” ujar Simanjuntak.

Melalui event Festival Olahraga Daerah (Forda) di tingkat regional Sulawesi Utara juga dapat merangsang kabupaten kota untuk melakukan persiapan.

Simanjuntak juga menantang Kormi Sulut membangun sarana dan prasarana demi pengembangan olahraga masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

Katanya, olahraga masyarakat itu jika bentuk piramida berada paling bawah. Mulai dari kelompok umur 5 tahun sampai senior.

“Jika ada anak-anak remaja yang ingin menuju ke olahraga prestasi itu bisa ke KONI. Karena saudara tua kita itu KONI,” terangnya.

KORMI, kata Simanjuntak, saling bersinergi dengan KONI. “Marilah kita bersama dengan KONI memajukan olahraga, baik di tingkat daerah sampai nasional,” ujarnya.

Begitu juga soal penganggaran, dimana Pemda bisa menganggarkan dana hibah setiap tahun yang sama seperti KONI. Dalam Permendagri juga sudah tercantum bahwa olahraga itu urusan wajib non kebutuhan dasar.

“DBON kan sudah ada. Namannya Design Besar Olahraga Nasional. Itu kan sudah setara,” ujarnya lagi.

Meski demikian, target capaian KORMI bersama Induk Olahraga (Inorga) itu harus terukur dan teratur.

“Di Kormi, terukur itu bukan medali emas. Kita beda dengan KONI berjuang mendapatkan medali emas, baik di Porda, PON sampai SEA Games. Itu prestasi. Nah, di Kormi itu bagaimana menciptakan warga negara Indonesia itu sehat dan bugar,” jelasnya. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *