Gubernur YSK Gercep Bantu Bencana Banjir Bandang Siau

Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. (ist)

NPM, Manado – Banjir Bandang melanda Kabupaten Sitaro, Senin (5/1/2026). Pemerintah Kabupaten Sitaro menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Peristiwa itu mendapat perhatian serius dari Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE.

Orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu gerak cepat (Gercep) membantu warga.

Jajaran terkait Pemprov Sulut diperintahkan segera memberikan bantuan Alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Atas nama Pribadi dan Pemerintah provinsi Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di siau. Kami prihatin dengan kejadian ini,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

Gubernur menegaskan Pemprov Sulut hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak.

Pemprov semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau.

Baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

‘Kita semua berharap cuaca kembali normal,” tegasnya.

Diketahui, bencana ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti.

Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.

Banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur.

Selain menyebabkan kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, korban hilang, serta korban luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 11 jiwa, korban hilang 4 orang, dan korban luka-luka 18 orang.

Dari jumlah tersebut, dua korban luka berat direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *