NPM,MANADO- Mulut “bocor” Alumnus Banteng Sejati James Sumendap, yang hengkang dari kepengurusan Moncong Putih Sulut bahkan berkoar tak suka lagi merumput di bawah ketiak kepemimpinan kroni Ketua DPD-PDI-Perjuangan Sulut Olly Dondokambey SE, mendapat tanggapan bijak Sekretaris (DPD-PDI-P) Perjuangan Sulut Reza Rumambi.
Menurut Reza, rangkap jabatan yang dipegang oleh mantan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, yang disuarakan James Sumendap tidak melanggar aturan partai. Bahkan dalam Peraturan Partai No 1 Tahun 2025, jelas disitu mengatur tentang rangkap jabatan, tidak ada yang dilanggar, dan dalam BAB XVIII Ketentuan Khusus, Pasal 121, Poin 3, ada aturan internal partai PDI-Perjuangan.
“Jelas disitu Peraturan Partai No 1 Tahun 2025, yang mengatur tentang rangkap jabatan dan tidak ada yang dilanggar bahkan dalam BAB XVIII Ketentuan Khusus, pasal 121, poin 3, sangat jelas aturan internal partai kami,” tandasnya.
Selain itu kata Wakil Ketua Komisi II di (DPRD) Kota Manado ini, sahnya rangkap jabatan itu juga nampak dari tiga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan selain Sulawesi Utara, ada juga (DPD) PDI-P Jawa Tengah dan (DPD) PDI-P Jawa Timur.
“Perlu diketahui di Indonesia ada tiga Ketua (DPD-PDI-P) yang dipercayakan Ketua Umum Dr (Hc) Megawati Soekarnoputri dalam Penugasan Khusus. Ada Ketua DPD Jawa Tengah Pak Dolfie Palit yang juga sebagai Wasekjen DPP, Ketua DPD Jawa Timur Pak Said Abdulah serta Ketua DPP dan Olly Dondokambey, Bendahara Umum DPC-PDI-Perjuangan.” tegas Rumambi
Lelaki familiar inipun berkoar, bagi pihak-pihak yang menyebutkan Olly Dondokambey SE telah merangkap jabatan adalah suatu tindakan pelanggaran, berarti mereka adalah kader-kader yang belum membaca dan memahami AD/ART PDI- Perjuangan. Bahkan PDI-Perjuangan selalu berusaha dan mengedepankan kepentingan serta keberpihakan pada rakyat kecil.
“Sebagai kader partai kita harus selalu hadir ditengah masyarakat untuk melihat kesusahan serta menyerap aspirasi mereka termasuk melihat dari dekat bencana yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat bahkan semua kader PDIP se Indonesia diharuskan bergotong royong memberikan bala bantuan kemanusiaan,” pungkas Reza.
(Rogam)













