Manado  

Kepala BPMP Sulut Febry Dien Bangga Jadi Ketua Panitia Perayaan Natal bersama Tiga Kementerian

Febry Dien

NPM, MANADO – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara (Sulut) Febry Dien merasa bangga dipercayakan sebagai Ketua Panitia Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Ibadah Perayaan Natal dan Tahun Baru, dilaksanakan bersama tiga Kementerian Kabinet Merah Putih di Kemendikdasmen Jakarta, Rabu (14/1/2026).

“Saya senang dan merasa bangga atas kepercayaan menjadi Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2025,” ucap Febry Dien, Kamis (22/1/2026) kepada Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut (JSDS).

“Ini luar biasa dan ini sekaligus sebagai panggilan pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan,” tanbahnya.

Ia menjelaskan, tiga Kementerian yang melaksanakan ibadah Natal dan Tahun Baru secara bersama yakni Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisainstek) dan Kementrian Kebudayaan.

Ia mengatakan, perayaan ibadah Natal dan Tahun baru berjalan sukses lancar dan dihadiri Menteri dan pejabat lainnya serta tokoh tokoh agama dan dimeriahkan dengan pujian lagu-lagu Natal.

“Saya berikan apresiasi karena sukses dan saya bisa melaksanakan tugas dengan baik,” ungkap Febry Dien yang juga kandidat Doktor Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat Manado.

Sebelumnya dalam rilis dari Kemendikdasmen yang diterima JSDS, dikatakannya bahwa penguatan peran keluarga sebagai fondasi pendidikan karakter dan nilai toleransi dalam keberagaman.

Ini menjadi fokus utama dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di lingkungan Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, serta Kemenbud.

Kegiatan ini dimaknai sebagai momentum refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, kerukunan, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa tema perayaan sejalan dengan kebijakan penguatan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan pendidikan.

“Keluarga merupakan basis dalam membangun kehidupan yang damai serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan bersatu,” ucap Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan generasi yang kuat dan unggul memerlukan pendekatan yang menyeluruh melalui penguatan empat ekosistem pendidikan.

“Dalam rangka membangun generasi yang hebat, kita perlu memperkuat pendidikan berbasis sekolah, keluarga, masyarakat termasuk tempat ibadah, serta media massa,” ucap Abdul Mu’ti.

Keempat ekosistem tersebut dinilai saling melengkapi dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Selain itu, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembiasaan nilai toleransi dan kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan berinteraksi dengan mereka yang berbeda keyakinan melalui perjumpaan dan percakapan yang saling menghargai.

“Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan persatuan itu sendiri,” tegasnya.

Perayaan Nataru juga dimaknai sebagai wujud kepedulian sosial.

Dalam rangkaian kegiatan, para menteri secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan penerima melalui Satuan Tugas (Satgas) di lingkungan tiga kementerian.

Ini sebagai bentuk solidaritas dan empati bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Sejalan dengan itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan, perbedaan suku, agama, ras, dan budaya bukanlah ancaman, melainkan potensi yang memperkuat persatuan nasional.

“Kita memiliki Mega Diversity dalam berbagai bentuk ekspresi budaya yang harus kita jadikan sebagai kekuatan pemersatu,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pesan persatuan sejalan dengan nilai kebangsaan yang terus digaungkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, toleransi dan kerukunan umat beragama menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang.

“Persatuan adalah modal besar kita untuk maju menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Fadli Zon menekankan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Febry Dien, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan secara kolaboratif di lingkungan tiga kementerian.

“Kehadiran para menteri, wakil menteri, pejabat eselon, pegawai serta tokoh agama mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan antarwarga kementerian,” ucapnya.

Ia berharap nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan ini dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga penguatan nilai toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ungkapnya.

Perayaan ini berlangsung khidmat dengan adanya penyampaian refleksi Natal oleh Pastor Yustinus Ardianto dan pesan damai Natal oleh Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang.

Dalam rangkaian Perayaan Natal, para tamu yang hadir dihibur oleh penampilan Paduan Suara SD Mardi Yuana Depok.

Juga dari paduan suara mahasiswa Satyawacana, SMA Strada Bhakti Wiyata, Vokal grup BPMP Sulawesi Utara.

Serta sajian musik dari Ekosistim Musik Religi yang mengiring rangkaian acara antar pegawai lintas Kementrian.

Melalui Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 semangat penguatan peran keluarga, toleransi dan persatuan lintas kementerian ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa.

Kebersamaan dalam perayaan ini, mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan.

Serta menghormati keberagaman serta memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan bermasyarakat. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *