Rendahnya Nilai TKA Siswa SMA Asal Sulut, Sejumlah Kepala Sekolah: Akan Evaluasi

I Ketut Gunawan Adywisna (kiri atas), Moody Karundeng (kanan atas), Maxy Awondatu (kiri bawah) dan Very Wanta.

NPM, MANADO – Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMA/SMK Asal Sulawesi Utara membuat sejumlah kepala sekolah angkat bicara.

Sejumlah Kepsek mengatakan akan mengevaluasi penyebab rendahnya nilai TKA siswa asal Sulut terutama untuk mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris.

Rendahnya nilai TKA akan dievaluasi kemudian memberikan semangat dan motivasi untuk melakukan perbaikan.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala SMA seperti Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu Drs I Ketut Gunawan Adywisna, Kepala SMA Negeri 1 Langowan Minahasa Moody Karundeng.

Juga yang disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Tombatu Minahasa Tenggara Very Wanta dan Kepala SMA Negeri 2 Bitung Maxy Awondatu.

Keempat Kepala SMA tersebut dikonfirmasi secara terpisah oleh Jurnalis Sumikolah Sulut melalui panggilan WhatsApp,” Minggu (25/1/2026).

Konfirmasi ini untuk menangapi rendahnya nilai TKA siswa asal Sulut yang diumumkan Kemendikdasmen akhir tahun 2025.

Dalam nilai TKA yang dilaksanakan Kemendikdasmen secara Nasional pada tanggal 3 hingga 9 November 2025 Provinsi Sulut nilal TKA siswa SMA dan SMK yaitu:

– Bahasa Inggris urutan 33 dari 38 Provinsi dengan nilai 22,59

– Matematika urutan 34 dengan nilai 33,63

– Bahasa Indonesia urutan 30 dengan nilai 50,20.

Dari data yang ada saat TKA awal November 2025, sekitar 29 ribu lebih siswa SMA,SMK dan SLB yang ikut dari sekitar 462 SMA, SMK dan SLB di Sulut.

Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu Drs I Ketut Gunawan Adhywisna mengatakan, selain evaluasi, kita benahi sarana penunjang dan juga kompetensi guru agar proses belajar mengajar lebih baik.

“Soal rendahnya nilai TKA kita akui itu bagian dari evaluasi kita untuk terus maju kedepan.” ucap Kepsek I Ketut Gunawan.

“Kita memang belum mendapat data resmi nilai TKA siswanya baik matematika dan Bahasa Inggris, tetapi kita tetap akan lakukan pembenahan,” ungkapnya.

Begitu juga yang dikatakan Kepala SMA Negeri 1 Langowan Moody Karundeng.

Ia mengatakan TKA awal bulan November 2025 lalu memang persiapan tidak terlalu baik karena sekolahnya saja Komputer terbatas.

Dan juga dengan siswa saat TKA saat itu memang belum terbiasa.

“Memang persiapan tidak terlalu baik karena sekolahnya saja Komputer terbatas. Juga siswa saat TKA saat itu memang belum terbiasa,” ucapnya.

Ini menjadi bahan evaluasi bersama karena diakui rendahnya nilai meskipun memang belum menerima nilai TKA siswanya.

“Kita akan benahi tahun ini terkait proses belajar mengajar dan juga kompetensi guru serta ketersediaan sarana dan prasarana,” pungkasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepsek Maxy Awondatu, pihaknya sudah ada nilal siswa disekolahnya.

Ia mengakui rendahnya Matematika dan Bahasa Inggris. Ini ada beberapa faktor antara lain karena TKA baru pertama kali dilakukan. Siswa mungkin belum siap dengan TKA.

“Kita sudah rapat dan bahas bersama semua Wakil Kepsek bersama guru-guru untuk kita benahi proses belajar mengajar,” ucap Kepsek Awondatu.

“Saya optimis TKA kedepan akan lebih baik nilainya. Kita akan lakukan pembenahan termasuk sarana dan prasarana seperti komputer dan jaringan internet,” pungkasnya.

Demikian juga yang dikatakan Kepala SMA Negeri 1 Tombatu Minahasa Tenggara, Very Wanta.

Ia mengatakan, akan lakukan evaluasi dan pembenahan untuk kemajuan ke depan.

“Rendahnya nilai TKA 2025 menjadi motovasi bagi kita untuk melakukan pembenahan bersama,” ungkapnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *