Workshop Budaya Minahasa Dorong EduTourism Sulawesi Utara Tembus Pasar Australia

Istimewa

NPM, Manado –  Program Pariwisata Edukasi (EduTourism) kembali menjadi jembatan strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Utara ke dunia internasional.

Melalui Workshop Budaya Minahasa dan Budaya Kuliner, kolaborasi antara Manado Manly Society Sydney, Universitas Klabat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara-Dinas Pariwisata Sulut, dinilai sebagai langkah penting dan visioner bagi kemajuan pariwisata daerah.

Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di New South Wales (NSW), Australia, yang secara langsung mengikuti pembelajaran budaya Minahasa sebagai bagian dari konsep EduTourism berbasis pengalaman (experiential tourism).

Alexandra Lyons, selaku group leader mahasiswa Australia, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan memiliki potensi besar dalam membuka share market wisatawan Australia agar tidak hanya terfokus pada Bali dan Jawa, tetapi juga menjadikan Sulawesi Utara sebagai destinasi utama.

“Workshop ini sangat bagus, unik, dan autentik. Pengalaman langsung belajar budaya Minahasa menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan Australia untuk mengenal Sulawesi Utara lebih dekat,” ujar Alexa.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah Workshop Budaya Minahasa, yang menghadirkan Tonaas Rinto Taroreh (Waraney Wembungan), sosok yang dikenal sebagai penjaga dan pelestari kebudayaan Minahasa.

Dalam kesempatan tersebut, Tonaas Taroreh menjelaskan filosofi dan makna Tari Kabasaran, sekaligus membimbing mahasiswa Australia untuk mempraktikkan langsung gerakan dan sikap seorang penari Kabasaran.

Dengan penuh antusias, para mahasiswa Australia tidak hanya menyimak penjelasan sejarah dan nilai budaya Kabasaran, tetapi juga ikut berlatih dan merasakan langsung pengalaman menjadi bagian dari tradisi Minahasa yang sarat makna kepahlawanan dan identitas lokal.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata, Dr. Drevy Malalantang, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program-program EduTourism seperti ini.

Menurutnya, kolaborasi lintas institusi dan internasional merupakan langkah konkret dalam mengejawantahkan visi dan misi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE khususnya di bidang pariwisata dan kebudayaan.

“Program seperti ini sangat strategis karena tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga membangun pemahaman budaya, memperluas jejaring internasional, dan menciptakan dampak jangka panjang bagi pariwisata Sulawesi Utara,” tegas Drevy.

Melalui pendekatan EduTourism yang menggabungkan budaya, pendidikan, dan pengalaman langsung, Sulawesi Utara semakin memantapkan diri sebagai destinasi unggulan yang berkarakter, berdaya saing global, dan berbasis kearifan lokal. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *