NPM, KOTAMOBAGU– Baru selesai dikerjakan bulan Desember tahun 2025, jembatan gantung perkebunan Monsi-Kobidu yang berada di Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan dikeluhkan masyarakat.
Muncul dugaan proyek rehabilitasi jalan perkebunan Monsi-Kobidu yang dikerjakan secara swakelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu dengan pagu anggaran Rp 150 juta dari APBD Perubahan tahun 2025 ini, dikerjakan asal-asalan atau asal jadi.
“Proyek rehabilitasi jembatan gantung monsi ini baru memasuki dua bulan pasca selesai dikerjakan pada Bulan Desember tahun 2025, tapi sudah mulai rusak,” kata masyarakat sekitar yang meminta namanya tidak dipublis.
Menurut masyarakat, kondisi jembatan saat ini sudah tidak memungkinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kalau jembatan gantung harus pakai baut bukan paku. Coba liat secara langsung ada yang mulai tercabut papan lantainya. Ini sangat mengacam keselamatan kami,” ujarnya.
“Kami masyarakat meminta agar jembatan ini segera diperbaiki kembali,” harapnya.
Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Claudy Mokodongan, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Wisnu mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.
“Nanti akan kita tindak lanjuti karena itu masih masuk masa pemeliharaan. Segera kami perbaiki,” kata Wisnu.
Menurut Wisnu, rehabilitasi jembatan gantung jalan perkebunan Monsi-Kobidu menelan anggaran Rp 150 juta.
“Pagu anggaran 150juta dari APBD Perubahan 2025,” jelasnya.
Diketahui, jembatan gantung Monsi-Kobidu ini merupakan akes satu-satunya jalan perkebunan masyarakat Kelurahan Mongondow, Mongkonai dan Molinow yang ambruk dan putus saat masyarakat sedang memperbaiki jembatan secara Swadaya, Minggu 19 Oktober 2025.
Kala itu, sejumlah warga menjadi korban hingga dilarikan ke RSUD Kotamobagu. (Gry)













