Minsel  

Dua Korban Selamat Usai Mobil Terperosok ke Jurang 40 Meter di Tareran

NPM, Amurang – Tim Basarnas Pos SAR Amurang bersama jajaran kepolisian dan warga berhasil mengevakuasi dua korban kecelakaan tunggal setelah mobil yang mereka tumpangi terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 30–40 meter di Desa Rumoong Atas Dua, Kecamatan Tareran, Kamis (12/2) dini hari.

Kedua korban diketahui bernama Adi Rin dan Rendy Tatara, warga Desa Motoling Dua, Kecamatan Motoling. Peristiwa terjadi saat keduanya dalam perjalanan dari Tareran menuju Amurang.

Diduga kecelakaan terjadi akibat kabut tebal yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan keluar jalur dan jatuh ke dalam jurang.

Komandan Pos SAR Amurang, Steven Lumowa, S.IP, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 00.00 WITA.

“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 00.30 WITA. Kami segera berkoordinasi dengan Polres Minahasa Selatan, Polsek Tareran, serta masyarakat setempat untuk melakukan proses evakuasi,” ujar Lumowa.

Ia menjelaskan, kondisi medan yang curam, licin, serta minim penerangan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelamatan. Tim SAR menggunakan peralatan mountaineering untuk mencapai dasar jurang.

Korban pertama, Adi Rin, berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.45 WITA dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke RSU GMIM Kalooran Amurang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap korban kedua, Rendy Tatara, berlangsung lebih lama karena korban terjepit di dalam kendaraan yang mengalami kerusakan parah.

“Kami sangat bersyukur kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. Ini adalah hasil kerja keras dan koordinasi yang baik antara tim SAR, kepolisian, dan masyarakat setempat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolres Minsel yang merespon cepat mengirim personil dan masyarakat Tareran yang sudah ikut membantu saat melakukan evakuasi terhadap korban,” tutup alumni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Avestaria Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

Setelah upaya hampir dua jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 02.30 WITA. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan penanganan medis.

Lumowa menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Kami bersyukur kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. Ini hasil koordinasi dan kerja sama yang baik antara tim SAR, kepolisian, dan masyarakat,” pungkasnya.

Pihak keluarga korban turut menyampaikan terima kasih kepada tim SAR, kepolisian, dan warga yang telah membantu proses evakuasi. (Buds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *