NPM, MANADO – SMK Negeri 1 Tondano merasa bangga bisa ambil bagian dalam peringatan 80 tahun Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Lapangan KONI Sario, Manado, Sabtu (14/2/2026).
Hal tersebut dikatakan Kepala SMK Negeri 1 Tondano, Maxi Tulung kepada wartawan saat ditemui disela-sela kegiatan peringatan 80 tahun Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946.
“Sebagai masyarakat Sulawesi Utara, kami SMAN 1 Tondano sangat bangga bisa ambil bagian dalam mengsukseskan upacara peringatan Merah Putih tahun 2026 ini,” ungkap Kepsek Maxi Tulung.
“Ini menunjukkan jiwa nasionalisme yang kuat, sekaligus membangkitkan semangat perjuangan untuk Ekspresi Sulawesi Utara yang lebih baik,” tambahnya.
Ia mengatakan, SMK Negeri 1 Tondano berpartisipasi melalui penampilan tim kabasaran yang terdiri dari 13 siswa.
“Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa,” ungkapnya dengan senyum bangga.
Kami berterima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, serta Dinas Pendidikan Daerah Sulut yang telah memberikan kesempatan kepada siswa kami untuk terlibat langsung dalam kegiatan ini.
“Kami berterimakasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, serta Dinas Pendidikan Daerah Sulut yang telah memberikan kesempatan kepada siswa kami untuk terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepsek Tulung mengatakan, keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata semangat nasionalisme generasi muda.
ia juga mengatakan, kegiatan ini sekaligus menambah pengetahuan sekaligus untuk mengenang perjuangan para pahlawan.
“Ini menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa, bagaimana mereka mengenang jasa para pahlawan,” ucapnya.
“ini sekaligus memupuk semangat untuk mengisi kemerdekaan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.
Peringatan 80 tahun Peristiwa Merah Putih 1946 menjadi momentum penting bagi masyarakat Sulawesi Utara untuk memperkuat rasa persatuan, nasionalisme.
Ini sekaligus melestarikan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pahlawan.
Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.30 Wita itu diisi dengan berbagai rangkaian acara, diantaranya, upacara bendera, defile, drama kolosal Peristiwa Merah Putih, atraksi olahraga dan seni budaya, bela diri seperti wushu, muaythai, karate, taekwondo, dan pencak silat militer.
Serta pertunjukan budaya khas Sulawesi Utara seperti kabasaran massal, dana-dana, maengket, masamper, kolintang, dan musik bambu. (fer)













