Yulius Selvanus Hangatkan Hati Anak Sekolah Minggu GMIM Eben Haezer

Hari Kasih Sayang, Engku Yulius Selvanus membawa setangkai bunga di tangan dan bingkisan sederhana untuk anak-anak Sekolah Minggu. (ist)

NPM, Manado – Minggu (15/02/2026, pagi di GMIM Eben Haezer Bumi Beringin terasa berbeda

Di tengah perayaan Hari Kasih Sayang, Engku Yulius Selvanus hadir membawa setangkai bunga di tangan dan bingkisan sederhana untuk anak-anak Sekolah Minggu.

Anak-anak berdiri rapi di halaman gereja. Wajah mereka penuh rasa ingin tahu.

Ketika Engku Yulius mulai memberi bunga dan bingkisan satu per satu, senyum kecil merekah.

Ada yang memeluk bunganya, ada yang mengangkatnya tinggi-tinggi sambil tertawa. Suasana berubah menjadi hangat, penuh sukacita.

Orang tua dan jemaat menyaksikan momen itu dengan haru.

Di tengah kesibukan dan dinamika pembangunan daerah, pemandangan seorang kepala daerah berdiri di antara anak-anak gereja.

Yulius memberi setangkai bunga dengan tangan sendiri, menjadi gambaran kedekatan yang jarang terlihat.

Tidak ada panggung megah. Tidak ada jarak. Hanya halaman gereja, tawa anak-anak, dan bunga-bunga kecil yang berpindah tangan.
Perayaan Hari Kasih Sayang itu terasa sederhana, namun membekas.

Bagi jemaat GMIM Eben Haezer Bumi Beringin, pagi itu bukan sekadar agenda seremonial.

Ia menjadi cerita yang akan diingat tentang kasih yang dibagikan tentang perhatian yang dirasakan.

Tentang anak-anak Sulawesi Utara yang tersenyum memegang setangkai bunga dari pemimpinnya. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *