55 Rumah Terendam, Banjir Lumpur dan Kayu di Desa Bakan Terulang Lagi

Oplus_0

NPM, BOLMONG– Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) beberapa hari ini mengancam masyarakat yang berada di wilayah Pertambangan Emas.

Jumat 20 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 Wita, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, menyebabkan banjir.

Jalan penghubung antara Desa Bakan dan Desa Matali Baru pun sempat lumpuh dan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Hal itu disebabkan luapan sungai disertai material seperti lumpur, batu dan kayu yang menyumbat sungai hingga menggenangi jalan dan pemukiman warga setempat.

 

Timbul dugaan yang menjadi penyebab banjir lumpur dan kayu merupakan dampak dari aktivitas pertambangan emas.

“Air Sungai yang sering meluap ini dari arah perusahaan PT JRBM,” kata warga yang meminta namanya tidak dipublis, kepada media ini.

“Selain itu, aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin atau ilegal juga sudah kembali marak di Desa Bakan,” ungkapnya.

Kapolsek Lolayan, IPTU Johan Atang, S.H., S.Th., M.A., M.Pd., mengatakan, banjir itu terjadi di titik yang sama pada kejadian sebelumnya.

“Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat, sehingga mengakibatkan air sungai Lolotut yang melintasi Desa Bakan meluap. Banjir terjadi di titik yang sama pada kejadian yang lalu,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

 

“Air setinggi lutut orang dewasa dan tidak mengakibatkan adanya korban jiwa, namun ada kurang lebih sekitar 55 rumah warga yang tergenang air. Saat ini kondisi Desa Bakan pun kembali normal dan situasi dinyatakan aman serta kondusif,” jelasnya.

Diketahui, Selasa 12 Agustus tahun 2025, Desa Bakan juga sempat diterjang Banjir bandang. Hanya berselang beberapa bulan, tapatnya hari Sabtu 20 Desember, banjir lumpur dan kayu kembali merendam Desa Bakan. (Gry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *