NPM, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatat lompatan pembangunan secara signifikan.
Strategi terukur dijalankan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Program menyasar ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
Pertumbuhan ekonomi daerah naik menjadi 5,66 persen. Upah minimum provinsi juga meningkat 6,01 persen.
Langkah ini dinilai memperkuat daya beli masyarakat dan stabilitas fiskal daerah.
Di sektor tata kelola, Pemprov menuntaskan RTRW yang tertunda tujuh tahun.
Administrasi aset juga diperbaiki hingga meraih Opini A dari BPK RI. Investasi asing mulai masuk. Salah satunya kerja sama dengan INA Group Japan.
Kolaborasi ini membuka peluang industri baru dan lapangan kerja.
Di sektor pariwisata, revitalisasi destinasi unggulan digencarkan. Bukit Kasih dan Sumaro Endo masuk prioritas.

Pemerintah juga membuka rute penerbangan internasional langsung menuju Sulut untuk menarik wisatawan Asia Pasifik.
Pelestarian budaya ikut diperkuat.
Musik tradisional kolintang didorong menuju pengakuan global bersama UNESCO. Program ini menjadi bagian diplomasi budaya daerah.
Bidang pendidikan dan kesehatan mendapat perhatian khusus. Fakultas Kedokteran dan Pertanian dibuka di Universitas Negeri Manado.
Layanan medis DSA pertama di Sulut juga tersedia untuk pasien penyakit saraf.
Program kemanusiaan berjalan paralel.
Listrik 24 jam kini menjangkau wilayah kepulauan seperti Gangga, Miangas, dan Nain.
Bantuan sosial cepat disalurkan saat bencana dan lonjakan inflasi.
Capaian strategis ini menunjukkan arah pembangunan jangka panjang yang konsisten.
Fokusnya adalah pertumbuhan inklusif dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (don)













