Manado  

Pemkot Melalui BKPSDM Belum Usul Formasi CPNS Ke Kemenpan

NPM, Manado – Meskipun belum ada kepastian jadwal resmi terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pemerintah tetap berharap agar dapat terlaksana di tahun 2026.

Menurut Walikota Manado Andrei Angouw melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado Otniel Tewal, sampai saat ini belum  mengusulkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) berapa kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan bekerja di jajaran Pemerintah Kota Manado.

“Kalau dari pihak kami pemerintah kota paling besar yang harus diutamakan dalam penerimaan CPNS nanti adalah berformasi Pendidikan dan Kesehatan,” ujarnya.

“Pemkot memang belum mengusulkan CPNS K Kemenpan. Tapi paling dominan yang akan dibutuhkan nanti adalah tenaga Pendidikan dan Kesehatan jumlahnya bisa mencapai 400 an CPNS,” tambahnya.

Selain itu, katanya, belum adanya usulan dikarenakan Pemerintah Pusat belum memberikan petunjuk teknis (Juknis) terkait perekrutan CPNS tahun 2026 tersebut.

“Pada intinya kami belum mengsulkan kebutuhan /kuota CPNS Pemkot Manado. Namun  sebagian besar nantinya adalah tenaga kesehatan dan pendidikan,” pungkas mantan Kabag Kesra ini.

Sementara itu, terkonfirmasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menyatakan Pemerintah masih menyiapkan kebutuhan formasi aparatur sipil negara (ASN) sebelum memutuskan pelaksanaan seleksi CPNS 2026.

Bahkan penentuan jumlah dan waktu pembukaan rekrutmen itu disebutkan belum bisa dipastikan karena masih melalui proses panjang.

“Saat ini pemerintah tengah meminta kementerian dan lembaga menghitung kebutuhan pegawai beserta kompetensi yang diperlukan. Dan banyak aspek kompetensi menjadi faktor utama sebelum rekrutmen diumumkan,” tukasnya.

Selain itu paling penting adalah kompetensinya. Karena untuk (ASN) pensiun tahun 2025 itu yang akan dipekerjakan tahun 2026.

“Itu kan kita sudah ada datanya sekitar 160.000. Dan kita sudah mengajukan kepada Menteri Keuangan mengenai kesiapan anggarannya,” kata Rini di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Iapun menambahkan, kebutuhan kompetensi ASN harus selaras dengan strategi kementerian dan lembaga serta program prioritas Presiden.

Bahkan penyesuaian tersebut dinilai penting agar rekrutmen pegawai baru dapat langsung mendukung agenda pembangunan pemerintah.

“Tentu kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta di dalam membantu birokrasi ini,” ucapnya.

Menjawab kemungkinan pelaksanaan seleksi CPNS pada 2026, Rini mengatakan pemerintah berharap rekrutmen dapat terlaksana, meski belum ada kepastian jadwal resmi.

“Mudah-mudahan. Kalau masalah waktu belum bisa ya kan itu prosesnya sangat panjang dan sampai saat ini, pemerintah masih lakukan kesiapan anggaran,” tukasnya.

Rinipun menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk melakukan perhitungan kebutuhan pembiayaan terkait perekrutan ASN baru.

(ROGAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *