NPM, Ratahan – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara memperkuat strategi pengendalian inflasi menghadapi kenaikan harga komoditas, gangguan distribusi akibat faktor cuaca, serta kebijakan efisiensi anggaran nasional. Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Minahasa Tenggara, Senin (2/3/2026).

Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, menegaskan bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi daerah membutuhkan respons cepat dan terukur, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Potensi pertanian, perikanan, dan UMKM kita sangat besar. Inilah modal utama yang harus dikelola secara terarah agar pengendalian inflasi berjalan berkelanjutan,” ujar Kandoli.

Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat langkah konkret pengendalian harga. Selain itu, penyusunan laporan yang lebih komprehensif juga diminta guna meningkatkan kinerja TPID.
Beberapa kebijakan yang menjadi fokus pemerintah daerah antara lain penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sentra produksi dan optimalisasi lahan produktif, optimalisasi Satuan Tugas Pangan untuk pengawasan harga yang lebih responsif, serta efisiensi anggaran dengan memastikan setiap program tepat sasaran di tengah kebijakan pengetatan fiskal nasional.

Kegiatan tersebut menghadirkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri; Kepala Badan Pusat Statistik Minahasa Tenggara, Randy Pratama Lumenta; serta Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Reza Alexandro Wenas Dotulung, yang mengikuti secara daring.
Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara, Phebe Punuindoong, S.E., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. (Buds)













