Peternak Terdampak Kebijakan Efisiensi, Angelia Wenas Desak Instansi Terkait Proaktif Lobi Pemerintah Pusat

Angelia Wenas

NPM, MANADO – Kebijakan efisiensi berdampak langsung pada sektor pertanian dan peternakan.

Akibatnya, sejumlah bantuan yang sebelumnya rutin diterima setiap tahun harus dihilangkan.

“Padahal selama ini bantuan dari dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi penopang utama keberlangsungan usaha mereka,” kata anggota Komisi II DPRD Sulawesi Utara Angelia Wenas saat rapat dengan mitra kerja, Senin (2/3).

Menurut Angelia Wenas, saat ini keprihatinan terbesar para petani dan peternak adalah tak lagi mendapat bantuan pemerintah.

Angelina Wenas mendesak Dinas Pertanian dan peternakan lebih proaktif dalam melihat peluang dan program pemerintah pusat.

Contohnya seperti program ayam terintegrasi yang saat ini dikembangkan Provinsi Gorontalo.

“Gorontalo saja bisa mendapatkan program itu, harusnya Sulut juga bisa. Dinas harus rajin melobi kementerian terkait,” tegasnya.

Angelia menilai, program ayam terintegrasi sangat relevan karena sejalan dengan prioritas pemerintah pusat. Terutama dalam menjaga ketersediaan stok daging dan telur ayam.

“Saya optimis Sulawesi Utara mampu menerapkan program ini sehingga bisa menekan permintaan daging dan telur ayam dari luar daerah,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *