Penertiban Galian C! Mesin Penyedot Pasir di Sungai Moayat Dipasang Police Line, Nama Haji Ini Diduga Sebagai Pemilik

Oplus_0

NPM, KOTAMOBAGU–Aktivitas Pertambangan galian C menggunakan mesin penyedot Dompeng, di sungai Moayat Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dipasangi Garis Polisi atau Police Line oleh Polres Kotamobagu, Kamis 5 Maret 2026.

Pemasangan garis polisi atau Police Line ini merupakan tindakan tegas Kepolisian guna mensterilkan lokasi galian C yang diduga tidak memiliki izin atau Ilegal.

Menurut sumber, aktivitas galian C Sungai Moayat Pinogaluman menggunakan Dompeng yang merupakan mesin pompa penyedot material pasir dan batu di dalam Sungai tersebut, diduga tidak memiliki izin atau Ilegal.

“Tadi kami lihat ada penertiban aktivitas Galian C di Sungai Moayat. Ada 5 Unit mesin Dompeng yang dipasang Garis Polisi. Lokasi itu diduga milik Haji Ir,” kata sumber resmi yang enggan disebut namanya.

Ia mengungkapkan jika garis polisi itu dipasang oleh Polres Kotamobagu.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan dari pemilik lokasi dan pihak Kepolisian Polres Kotamobagu, meski upaya konfirmasi sudah dilakukan.

Aktivitas pertambangan galian c di Sungai Moayat tersebut sebelumnya mendapat keluhan Masyarakat sekitar, gegara Sungai semakin rusak dan lebar hingga berdampak kerusakan lingkungan.

https://newposkomanado.id/2025/05/21/diabaikan-sungai-moayat-marak-aktivitas-pertambangan-galian-c-ilegal/

Selain mendapat keluhan masyarakat, belum lama ini aktivitas Galian C di sekitar jembatan Moayat juga sempat menjadi sorotan publik gagara kondisi jembatan hingga badan jalan yang sudah sangat mengkhawatirkan untuk pengendara yang melintas.

Jembatan Moayat yang menghubungkan Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow serta Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan atau jalan Bungko-Bakan (Bubak) pun terancam putus.

Amatan media ini, dari arah Desa Bungko tepatnya di sisi kanan badan jalan sekira 10 meter dari jembatan Moayat sudah amblas dan lenyap terbawa arus sungai.

 

Selain faktor cuaca, aktivitas Galian C yang marak di Sungai Moayat (Sekitar jembatan) juga dikabarkan menjadi salah satu penyebab. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *