NPM, MANADO – Personel Polsek Malalayang bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Manado melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat laki-laki yang diduga gantung diri.
Tempat Kejadian Perkara di Kelurahan Malalayang Satu Timur, Lingkungan VII, Kecamatan Malalayang, Jumat (6/3/2026).
Korban JS (23), warga Winangun ditemukan sekitar pukul 15.09 WITA di sebuah rumah milik warga yang sementara dalam tahap pembangunan.
Saat ditemukan, korban berada di dalam kamar mandi dalam keadaan tergantung menggunakan tali plastik yang diikat pada bagian bambu di atas kamar mandi.
Kapolsek Malalayang AKP Jusman Mori didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menyampaikan keterangan.
Kapolsek Malalayang menjelaskan, pihaknya segera merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polresta Manado untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan awal.
“Setelah menerima laporan dari warga, personel Polsek Malalayang bersama Unit Identifikasi Polresta Manado langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP.,” ucap Kapolsek Malalayang.
“Sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut,” jelas Kapolsek Malalayang.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi berinisial AL (23) yang merupakan pemilik rumah.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 14.15 WITA dirinya melihat sebuah sepeda motor terparkir di depan rumah miliknya yang sementara dibangun.
Merasa curiga, saksi kemudian memeriksa ke dalam rumah bersama anggota keluarganya.
Saat memeriksa bagian kamar mandi, saksi mendapati seorang laki-laki yang tidak dikenal sudah dalam keadaan tergantung.
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Lingkungan setempat yang selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, saksi lainnya berinisial DT (23) yang merupakan istri korban menjelaskan bahwa sebelumnya korban sempat meninggalkan rumah pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA.
Pada siang hari, korban sempat menghubungi saksi melalui telepon dan berpesan agar menjaga anak mereka dengan baik.
Tak lama kemudian, saksi mendapat informasi suaminya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di wilayah Malalayang.
Kapolsek Malalayang menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri yang diduga dipicu permasalahan pribadi,” jelasnya lagi.
Pihak keluarga korban juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah membuat pernyataan resmi penolakan autopsi kepada pihak kepolisian.
Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka yang berada di wilayah Winangun untuk disemayamkan.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman serta melengkapi administrasi penyelidikan terkait peristiwa tersebut. (fer)













