NPM, Amurang – Polres Minahasa Selatan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Samrat 2026 sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026).
Apel yang berlangsung di Lapangan Polres Minsel ini, dipimpin langsung Kapolres Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega S.I.K, M.H bersama Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar S.H.
Apel tersebut turut dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait sebagai bentuk sinergitas dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Idul Fitri.
Kegiatan ini juga diikuti Wakapolres Minsel Kompol Juli Bandangan, S.H., para pejabat utama Polres Minsel, serta personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Basarnas, Damkar, Dinas Kesehatan, PLN, Telkom, Jasa Raharja hingga unsur organisasi kemasyarakatan.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega S.I.K, M.H, disampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana prasarana serta penguatan sinergitas lintas sektor dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
“Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, baik dari sisi personel, sarana prasarana maupun sinergitas dengan seluruh stakeholder terkait, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres.
Kapolres menambahkan, momentum Idul Fitri merupakan waktu yang sangat dinantikan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Polres Minsel bersama seluruh instansi terkait berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun yang merayakan Idul Fitri di Kabupaten Minahasa Selatan,” tambahnya.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait di seluruh Indonesia. (Buds)













