NPM, Manado – Para generasi muda Sulawesi Utara diajak belajar sejarah penting. Salah satu sejarah yang didalami yaitu jejak Pengeran Diponegoro selama berada di Bumi Nyiur Melambai tahun 1830 melalui karya buku Reiner Ointoe.
Ketua Umum Ikatan Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara Standius Bara Prima mengatakan tolak ukur belajar sejarah dengan mendorong minat baca dan literasi generasi muda.
Para generasi muda dari kalangan SMA/SMK dan Mahasiswa berkolaborasi mengikuti kegiatan napak tilas sebagai bagian dari pendalaman sejarah.
“Jadi kita mengambil karya buku karya Reiner Ointoe karena membahas tentang Pangeran Diponegoro selama di Sulawesi Utara,” kata Standius Bara Prima di sela kegiatan buka puasa bersama pengurus Ikatan Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara, di Kawasan Wisata Kuliner Jalan Roda Manado, Jumat (13/03/2026).
Karya buku Reiner Ointoe sengaja diangkat agar generasi muda literasi Sulawesi Utara lebih mendalami sejarah.

Belajar sejarah, kata Standius, bagian dari meningkatkan literasi minat baca para generasi muda.
Para generasi muda diberi pengetahuan umum salah satu sejarah penting Pangeran Diponegoro selama tiga tahun di Sulawesi Utara.
“Selain belajar, para generasi muda putra putri literasi Sulawesi Utara juga menjalani napak tilas atau jejak sejarah Pangeran Diponegoro,” ujar Standius.
Belajar sejarah bagian dari upaya organisasi Ikatan Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia yang menjadi bagian program Gubernur Yulius Selvanus SE.
“Organisasi kami juga berupaya bagaimana meningkatkan SDM generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya. (don)













