NPM, Manado – Kelurahan Mahawu kembali menggelar perayaan Hari Raya Ketupat yang ke-51 tahun.
Tradisi ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat sebagai kampung pertama menyelenggarakan Hari Raya Ketupat.
Sejak awal tahun 1970-an hingga kini terus dilestarikan secara turun-temurun.
Dirayakan penuh kebersamaan sesama warga Mahawu dengan menyiapkan berbagai hidangan khas, terutama ketupat lengkap dengan lauk tradisional.
Rumah-rumah warga dihiasi janur kuning, sementara masyarakat saling berkunjung untuk mempererat tali silaturahmi.
Salah satu keturunan, Tokoh pendiri Tradisi perayaan Ketupat, Farhan Jafar, anak dari pendiri almarhum Ahmad P. Jafar menyampaikan bahwa tradisi ini menjadi identitas kampung sejak pertama kali dilaksanakan pada era 1970-an.
”Sejarah singkatnya, Hari Raya Ketupat di Mahawu dahulu kala dinamakan Halal bi Halal, kemudian berubah menjadi tradisi Perayaan Ketupat,” ucap Farhan, Sabtu (28/03).
Menariknya, Lingkungan III saat ini adalah pusat pertama diselenggarakan Hari raya ketupat.
Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan kuliner, tetapi juga simbol persatuan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat setelah menjalani bulan Ramadan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi daya tarik bagi warga dari berbagai wilayah sekitar yang datang untuk menikmati suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Momentum ini diharapkan dapat terus dipertahankan agar generasi muda mengenal sejarah kampung mereka sebagai pelopor perayaan Hari Raya Ketupat di daerah tersebut.
Perayaan Hari Raya Ketupat ke-51 ini pun berlangsung penuh kehangatan, memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat Kampung Mahawu yang terus menjaga tradisi budaya yang telah berjalan lebih dari setengah abad. (*/red)













