NPM, Manado – Kontingen Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sulawesi Utara berduka.
Kuda andalan Sulut Milord yang turun di kelas top Derby bergengsi 1.600m terjadi insiden tabrakan saat race berlangsung.
Kuda milik Adi Supit itu awalnya sudah leading di posisi terdepan, beberapa meter lagi menang.
Namun sialnya, kuda Milord mengalami tabrakan dengan kuda lain dari arah berlawanan.
Joki kuda Milord Jones Paendong pun terpental hingga dilarikan ke Rumah Sakit.
Akibat insiden tabrakan itu, kedua kuda yang sudah mendekati finish mati di arena perlombaan.
Panitia mengumumkan kuda saingan Sulut yang berada diurutan 2 menjadi pemenang.
Sejurus kemudian, pengurus Dewan Penasehat Pordasi Sulut Ramoy Markus Luntungan (RML) menyarankan kepada PP Pordasi Hartono agar race 1.600m dibatalkan alias tidak ada pemenang.
Sebab, jika dilihat kontingen Sulut yang turun di 4 kelas seharusnya menang pada kelas bergengsi 1.600m.
Namun, justru di kelas terakhir bergengsi itu terjadi insiden tabrakan.
“Saya sudah usulkan agar race 1.600m dibatalkan alias tidak ada pemenang,” kata Ramoy Luntungan yang juga hadir mewakili Gubernur Sulut terpilih, Yulius Selvanus, Minggu (16/02/2025).
Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djojohadikusumo menegaskan pentingnya acara ini sebagai pembuka musim 2025.
“Jateng Derby akan menjadi momentum bagi semua penggiat pacuan kuda untuk mengawali musim yang penuh gairah dan semangat baru,” ujarnya. (don)