Penerbangan ke Daerah 3T di Sulut Kembali Dibuka

AKSES LEBIH CEPAT: Penerbangan perintis menuju daerah tertinggal, terdepan, dan terluar kembali beroperasi. Foto istimewa

NPM, Manado – Kementerian Perhubungan kembali mengoperasikan penerbangan perintis untuk wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Sulawesi Utara.

Penerbangan dimulai Senin 12 Januari 2026. Khusus wilayah Nusa Utara, frekuensi penerbangan mengalami peningkatan.

“Untuk tahun, frekuensi penerbangan ke Talaud yang sebelumnya dua kali dalam seminggu kini menjadi tiga kali,” jelas Kepala Otoritas Bandara VIII Manado, Ambar Suryoko.

Menurut Ambar, penambahan frekuensi tersebut berdasarkan hasil evaluasi dua tahun terakhir.

Selama 2024 hingga 2025, minat masyarakat terhadap penerbangan perintis di wilayah Nusa Utara terbilang tinggi.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara di daerah 3T dan perbatasan. Harapan kami, layanan ini benar-benar membantu masyarakat, khususnya di Nusa Utara dan Talaud,” tambah Ambar.

Adapun rute penerbangan perintis yang mulai beroperasi meliputi Manado–Siau–Naha (PP) serta Manado–Melonguane–Miangas (PP).

Program subsidi angkutan udara ini sendiri telah memasuki tahun ketiga sejak digulirkan secara intensif pada 2024.

Alan, salah satu penumpang, mengaku terbantu dengan adanya penerbangan perintis tersebut.

“Transportasi udara menjadi alternatif selain kapal laut yang memakan waktu cukup lama,” pungkasnya. (rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *