Rakor Dikda 2026, Pemprov Sulut Dorong Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Kepala BGTK Provinsi Sulawesi Utara Arianto Batara, menjadi narasumber dalam rakor pendidikan daerah 2026. (ist)

NPM, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) melalui Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Daerah sebagai upaya menyelaraskan program dan kebijakan pendidikan tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh kepala SMA/SMK/ SLB se-Sulawesi Utara. Yang dilaksanakan di Aula SDM Kantor Dikda Provinsi Sulut, Rabu (21/01/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara Dr Femmy J Suluh MSi menjelaskan bahwa rakor bertujuan untuk mengoordinasikan penyelenggaraan program kegiatan daerah di bidang pendidikan agar lebih terarah, efektif, dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” ungkapnya.

Rakor dibuka secara resmi oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang SIP MM menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan.

“Seorang kepala sekolah harus memiliki tiga kompetensi utama, yakni kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosiokultural, agar mampu mengelola sekolah secara profesional dan adaptif,” ujar Sekprov dalam sambutannya.

Agenda rakor dilanjutkan dengan pemaparan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan SMK.

Hasil TKA tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi serta ditindaklanjuti oleh setiap satuan pendidikan guna meningkatkan capaian pembelajaran peserta didik.

Kepala BGTK Provinsi Sulawesi Utara Arianto Batara SP MPd yang menjadi narasumber memaparkan pentingnya transformasi pendidikan sebagai tindak lanjut dari hasil TKA.

Ia menekankan perubahan praktik pembelajaran guru melalui pendekatan Teacher Experimental Training (TET).

Menurutnya, TET merupakan strategi pengembangan guru yang menekankan pengalaman langsung sebagai sumber utama belajar.

Pendekatan ini dinilai efektif karena diterapkan langsung di ruang kelas, berkesinambungan, serta disesuaikan dengan konteks sekolah, guru dan murid.

“Melalui TET, guru didorong menjadi inisiator perubahan, bukan sekadar objek kebijakan,” jelas Arianto Batara.

Dalam Rakor Pendidikan Daerah ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, antara lain Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Perwakilan Ombudsman Sulawesi Utara, serta BPJS Kesehatan, yang membahas penguatan tata kelola, layanan publik, dan dukungan terhadap dunia pendidikan.

Melalui Rakor Pendidikan Daerah ini, Pemprov Sulawesi Utara berharap terbangun sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai. (dio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *