Larangan Double Shift SD–SMP,  Sekolah Bandel Ditindak Tegas

NPM, Manado – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang masih nekat menerapkan sistem pembelajaran double shift.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa ST MSc PhD menegaskan bahwa larangan double shift bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar dalam kondisi apa pun.

“Ini bukan imbauan, ini perintah. Larangan double shift adalah harga mati. Tidak ada alasan, tidak ada kompromi. Sekolah yang masih bandel pasti kami tindak tegas sesuai aturan,” tegas Bart Assa, Jumat (23/01/2026).

Ia menegaskan, praktik double shift sudah terbukti menimbulkan dampak serius dan merugikan dunia pendidikan, mulai dari beban kerja guru yang melampaui batas, menurunnya kualitas proses belajar-mengajar, kerusakan fasilitas sekolah akibat penggunaan berlebihan, hingga risiko keamanan dan pengawasan siswa.

“Kalau masih ada yang memaksakan double shift, itu berarti mengabaikan keselamatan peserta didik dan kualitas pendidikan. Ini tidak bisa kami biarkan,” ujar Assa dengan nada keras.

Bart Assa menjelaskan, pemerintah telah memberikan waktu penertiban hingga tiga tahun agar seluruh sekolah dapat beradaptasi secara bertahap.

Namun, ia menegaskan bahwa tahun ajaran baru wajib menjadi titik awal perubahan nyata.

“Kalau konsisten diterapkan, maka di tahun ketiga, SMP dari kelas 7 sampai kelas 9 sudah bersih dari double shift. Tidak ada lagi alasan kekurangan ruang atau alasan teknis lainnya,” katanya.

Untuk jenjang SD, kebijakan tersebut juga diterapkan secara bertahap, khususnya bagi siswa yang naik dari kelas 3 ke kelas 4 serta peserta didik baru kelas 1 pada tahun ajaran berjalan.

“Kami sudah atur skemanya. Jadi kalau masih ada sekolah yang melanggar, itu murni karena tidak patuh. Dan terhadap ketidakpatuhan, negara harus hadir dengan tindakan,” tegas Assa.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado memastikan akan melakukan pengawasan ketat dan tidak segan menjatuhkan sanksi administratif kepada sekolah yang masih membandel.

“Kami ingin kualitas pendidikan naik dibawah kepemimpinan Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang (AARS) bukan sekadar mengejar jumlah murid. Sekolah yang mengabaikan aturan akan berhadapan langsung dengan kami,” ungkap Bart Assa. (dio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *