NPM, MANADO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara melakukan ziarah ke makam para tokoh NU, Jum’at 30 Agustus 2026.
Ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Satu abad NU.
Di kota Manado ada tiga lokasi yang dituju yaitu pekuburan keluarga kelurahan Banjer, kelurahan Lawangirung dan kelurahan Islam.
Ketua panitia harlah NU H Basri Saenong menjelaskan, total ada 140 makam tokoh NU yang diziarahi.
Para tokoh itu memiliki peran dan keahlian masing-masing di zamannya.
“Saat itu mereka muncul sebagai tokoh NU yang berperan lewat jalur politik, ada yang berperan di bidang pendidikan, ada yang bergerak di bidang keagamaan dan ada juga di bidang sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Menurutnya, makam yang dikunjungi semisal di pekuburan kelurahan Islam itu terdapat tokoh-tokoh yang memiliki peran besar.
Terdapat tokoh besar penggerak Nahdlatul Ulama Indonesia Timur sejak tahun 1950 yakni almarhum KH Hasan Mile.
Dalam sejarah perjuang almarhum berjuang tidak sendiri. Ada 10 orang yang ditugaskan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Dari sepuluh pejuang NU tercatat ada kader NU dari Makassar, Gorontalo, Kotamobagu dan Manado.
Ada juga KH Hasyim Arsyad, Prof HT Usup, KH Abdurrahman Latukau, KH Abdurrahman Noch dan Prof Madjid Abdulah (mantan Wagub Maluku Utara).
Juga tokoh pejuang Muslimat antara lain almarhumah Hj Fatma Ote, Rohana Hasan dan masih banyak tokoh yang dimakamkan kampung Islam.
Untuk di pekuburan di kelurahan Banjer terdapat almarhum KH Saleh Kader, KH Fauji Nurani dan Abdullah Natawijaya.
Sedangkan di pekuburan kelurahan Lawangirung yang diziarahi diantaranya KH Arsyad Tawil, KH Nur Hasan Naser dan tokoh lainnya.
“Selain ziarah, panitia juga menggelar bersih-bersih masjid di Kota Manado, Halaqah Aswaja, istigosah, jalan sehat yang akan digelar 7 Februari 2026 dan acara puncak,” terangnya.
Bendahara Panitia Haja Hindun Al-Hasni menambahkan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di seluruh cabang NU, termasuk ziarah ke makam Dr H Hasan Abas Nusi mantan ketua NU Sulut.
“Di setiap pekuburan selalu kita doakan lewat tahlilan dan diakhiri tabur bunga,” tambahnya.
Rombongan ziarah dipimpin langsung Khatib NU Sulut KH Alex Usman dan sejumlah pengurus Tanfidziah. (rud)













