NPM Amurang – Warga dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) lebih khusus yang tinggal di Kecamatan Amurang Barat, terus mengeluhkan kelangkaan tabung gas bersubsidi LPG 3Kg sampai hari ini, Rabu (04/02/2026).
Penelusuran Newposkomanado.id di Pangkalan Gas LPG 3Kg, di beberapa desa yang ada di Kecamatan Amurang Barat, semua pangkalan yang menjual tabung gas untuk rakyat miskin tersebut pada umumnya kosong dan mengaku belum ada stok tabung gas LPG 3Kg yang masuk.
“Tabung gas LPG 3Kg kosong dan belum masuk,” ujar salah satu pemilik pangkalan yang tinggal di Desa Kapitu, sembari menuturkan, biasanya jika tabung gas masuk di pangkalan miliknya langsung diserbu warga dan masyarakat yang tinggal di Desa Kapitu.
Tidak hanya di Desa Kapitu, kelangkaan tabung gas LPG 3Kg juga terjadi di Desa Teep Kecamatan Amurang Barat. Ditemui dua pangkalan gas LPG 3Kg di Desa Teep mengaku tabung gas LPG 3Kg di pangkalannya lagi kosong dan belum masuk.
“Gas belum masuk pak,” terang Yanti Malondo pemilik salah satu pangkalan gas LPG 3Kg di Desa Teep.
Kelangkaan tabung gas LPG 3Kg juga terjadi di Desa Teep Trans.
Kepada Newposkomanado.id, pemilik pangkalan Febrio Walter Lengkong mengakui tabung gas LPG 3Kg di pangkalan miliknya lagi kosong dan belum masuk.
Atas kelangkaan dan kekosongan gas LPG 3Kg di pangkalan, sejumlah masyarakat meminta perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengatasi kelangkaan dan kekosongan tabung gas LPG 3Kg di wilayah Kecamatan Amurang Barat.
“Sebagai masyarakat kami sangat terbeban dengan kelangkaan tabung gas LPG 3Kg di Kecamatan Amurang Barat, karena untuk kebutuhan pemakaian sehari-hari kami terpaksa membelinya di warung dengan harga jual yang lebih mahal dari harga di pangkalan,” terang Henky, warga yang tinggal di Desa Teep Trans. (buds)













