NPM, MANADO – Ribuan warga Kota Manado memadati jalan sehat satu Abad NU yang digelar PWNU Sulawesi Utara, Sabtu 7 Februari 2026.
Sejak pukul 06.00 Wita, kantor PWNU Sulawesi Utara sudah dipadati warga.
Mereka mengenakan seragam sesuai kelompok masing-masing.
Ada juga yang membawa baliho sebagai identitas kelompok.
Tabuhan genderang barongsai sudah berbunyi, tanda kegiatan segera dimulai.
Sekira pukul 07.00 Wita peserta dilepas oleh perwakilan Gubernur, Kadis PMD Provinsi Sulut Darwin Muksin.
Sambil jalan, banyak peserta yang membawakan yel-yel atau bernyanyi.
Kemeriahan ini berlangsung terus hingga garis finish.
Para peserta yang tiba langsung diberi roti, air mineral dan sarapan pagi oleh panitia.

Ketua PWNU Dr KH Ulyas Taha mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini masuk pada acara puncak peringatan Satu Abad NU, kita bergembira di sini. Terima kasih atas kehadiran semua elemen,” katanya.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Darwin Muksin yang mewakili Gubernur Sulut mengatakan, jalan yang dilaksanakan memiliki tujuan positif.
“Kesehatan fisik merupakan modal bagi kita semua dalam bekerja membangun daerah ini,” tukasnya.
Sesuai informasi jumlah peserta yang ikut kegiatan ini hampir 3000 orang.
Mereka dari berbagai kelompok seperti, pelajar, majelis taklim, anggota Polda, Kodam XIII Merdeka, unsur perorangan serta badan takmir masjid.
Pengurus NU se kota Manado, Minahasa Utara, Bitung, Bolsel, Bolmong Utara juga turut meramaikan kegiatan ini.
Kegiatan semakin meriah saat pencabutan nomor doorprize.
Masing-masing peserta terlihat serius mendengarkan nomor yang dibacakan.
Pencabutan dilakukan langsung Bang UT sapaan Ketua PWNU Sulawesi Utara.
Total doorprize yang dibagikan berjumlah 170 item.
Menariknya, doorprize yang terkumpul berasal dari warga NU, dari BRI serta Bank Mualamat.
Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan hibah. (rud)













