Perum Bulog SulutGo Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Imlek, Ramadan dan Idul Fitri

Kakanwil Perum Bulog Divisi Regional (Divre) SulutGo, Ermin Tora. (Ferional/NPM)

NPM, MANADO – Perum Bulog Sulut dan Gorontalo (SulutGo) memastikan kesiapan stok aman menjelang HBKN khususnya menghadapi Imlek, bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Ermin Tora saat jumpa pers di Kantor Bulog, Jumat (13/2/2026).

Ermin Tora mengatakan, menghadapi Imlek dan bulan puasa, pemerintah menjamin bahwa ketersediaan stok pangan dalam kondisi cukup.

Ia juga mengatakan, pemerintah akan mendistribusikan pangan yang ada di Bulog sehingga masyarakat akan lebih mudah untuk menjankau pangan tersebut dengan harga stabil dan layak.

“Pemerintah akan mendistribusikan pangan yang ada di Bulog sehingga masyarakat akan lebih mudah untuk menjankau pangan tersebut,” ucapnya.

“Agar masyarakat yang merayakan Imlek, puasa dan Idul Fitri dalam kondisi pangan yang cukup dan dengan harga yang stabil dan layak,” tambahnya.

Saat ini kata Ermin Tora, di Bulog memiliki stok beras 15 ribu Ton. Stok ini cukup hingga bulan Mei 2026.

“Dan ini akan terus bertambah, karena saat ini kami Bulog Sulawesi utara dan Goronralo lagi melakukan pembelian atau penyerapan hasil produksi petani,” ucap Ermin Tora.

Ia memastikan gabah beras hasil produksi petani seperti ysng ada di Minahasa, Minut dan Bolaang Mongondow serta Gorontalo, setiap hari dibeli Bulog.

Tujuannya pertama, memperkuat cadangan pangan di Bulog. Kemudian kedua, memberikan jaminan pasar sehingga petani tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan produksinya dengan harga yang kayak mengungkapkan.

Dengan demikian diharapkan petani akan terus termotivasi untuk terus meningkatkan hasil produksi pangan.

“Ini juga bagian dari upaya pencapaian swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Ermin Tora.

Jadi dapat simpulkan bahwa stok beras di Bulog dalam kondisi yang sangat cukup bahkan sampai dengan bulan Mei 2026.

“Dan ini akan terus bertambah dengan pembelian-pembelian yang dilakukan sehingga dalam menghadapi Imlek dan bulan puasa, bisa kita pastikan stok yang kita miliki sangat cukup,” ungkapnya.

Selain beras kata Ermin Tora, kami juga memiliki komoditi gula sekitar 185 ribu kg, dan minyak goreng sebanyak 190 ribu liter.

“Jadi dengan adanya stok gula dan minyak goreng tersebut, ini cukup untuk kita lakukan pasokan ke masyarakat untuk menghadapi Imlek dan juga puasa dan Idul Fitri,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dengan stok yang cukup ini baik Beras maupun gula dan Minyak goreng maka Bulog terus melakukan pendistribusian pangan tersebut kepada masyarakat.

Pendistribusian yang kami dilakukan, baik dalam bentuk Gerakan Pasar Murah (GPM) maupun dalam kegiatan yang kami pasok yaitu ke pasar-pasar rakyat, oasar SP2KP, ritel modern maupun ke outlet binaan.

“Kami terus pasok komoditi pangan yang kita miliki. Bahkan untuk minyak goreng saat ini, Bulog terus melakukan pendistribusian minyak goreng ke pasar-pasar rakyat di 15 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.m,” ucapnya

“Dan sudah kita pasok. Ada sebanyak 12 pasar di kabupaten/kota yang sudah kita pasok dengan minyakkita yang dijual dengan harga HET Rp.15700 sehingga akhir Januari hingga saat ini,” ucapnya lagi.

Saat ini, Bulog bersama Bapanas, Satgas Pangan, dan Pemerintah Daerah mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak diseluruh wilayah Indonesia,” ungkap Ermin Tora.

Ermin Tora menambahkan, Bulog SulutGo juga bersama Pemprov Sulut, Dinas Perdagangan Kab/Kota serta satgas pangan dengan didukung oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus, melaksanakan penyaluran minyak goreng (Minyakita) secara rutin di Pasar Rakyat, Pasar SP2KP..

Penyaluran dilakukan seperti di Pasar Bersehati dan Pinasungkulan di Kota Manado, Pasar Airmadidi Minahasa Utara, Pasar Amurang Minahasa Selatan, Pasar Beriman di Kota Tomohon, Pasar Girian di Kota Bitung, Pasar 23 Maret di Kotamobagu.

“Dengan adanya penyaluran tersebut harga minyakita menjadi stabil dan bisa mencapai sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,”ujarnya

Ermin Tora juga menjelaskan bahwa strategi stabilisasi dapat menjaga ketersediaan stok pangan yang ada di Bulog.

Ini juga harus di dukung dari Pemda, dinas terkait, Polri dan TNI dalam menjamin kelancaran distribusi pangan yang ada di Bulog.

“Agar stabilitas harga pangan bisa terjangkau bagi masyarakat di setiap daerah lebih terjamin,” tutup Ermin. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *