NPM, MANADO – Salah satu tradisi yang kerap dilakukan umat muslim jelang Ramadan adalah berziarah dan membersihkan makam.
Pemandangan berziarah dan membersihkan makam ini bisa ditemui hampir di semua daerah di Indonesia.
Uniknya, tradisi ini tetap terpelihara dan dilaksanakan dari tahun ke tahun.
Ustadz Sahban Tamapedung menjelaskan, ziarah kubur merupakan momen bagi manusia dalam mengingat kematian.
“Sabda Rasulullah, ziarah kubur dapat mengingatkan manusia akan kematian, sehingga hati menjadi lebih lembut dan tidak terlena oleh dunia,” jelasnya, Senin (16/2) usai berziarah di pemakaman Kampung Islam, Manado.
Rois Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bunaken ini mengatakan ia bersama Mejalis Ummul Haniah Kota Manado juga barusan berziarah ke makam Al Auliya’ Al Alamah Al Arifbilah Al Habib Ahmad bin Alwi bin Yahya bin Zen Al Aydarus.
Lanjutnya, berziarah dan membersihkan makam jelang Ramadan sering dimaknai sebagai bentuk persiapan batin.
Ziarah juga menjadi refleksi sebelum memasuki bulan suci. Dengan begitu, niat untuk menjalani Ramadan jadi lebih sungguh-sungguh dan penuh taubat.
“Ziarah jelang Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan bisa menjadi sarana pengingat diri jika dilakukan dengan niat yang benar,” pungkas Ustadz Sahban. (rud)













