NPM, Amurang – Setahun sudah duet Bupati Franky Donny Wongkar, SH dan Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP menahkodai Kabupaten Minahasa Selatan. Di antara dinamika pemerintahan dan harapan masyarakat yang terus tumbuh, perjalanan itu ditandai bukan hanya dengan capaian kerja, tetapi juga dengan ungkapan syukur.

Dalam suasana khidmat, Ibadah Syukur Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan menjadi momentum refleksi atas perjalanan yang telah dilalui. Bagi keduanya, satu tahun ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan proses pengabdian yang dijalani dengan iman dan tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Bupati Franky Donny Wongkar menyampaikan bahwa perjalanan setahun tersebut tidak terlepas dari kasih dan penyertaan Tuhan.
“Ibadah syukur ini adalah bentuk ucapan terima kasih kami kepada Tuhan yang telah menyertai perjalanan satu tahun kepemimpinan kami berdua. Dalam setiap tugas dan tanggung jawab, Tuhan memberikan kesehatan, kekuatan, bahkan hikmat dan kebijaksanaan,” ungkapnya.
Bagi FDW–TK, fondasi spiritual menjadi penguat dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun di atas itu semua, arah pembangunan tetap menjadi kompas utama. Bupati menegaskan bahwa visi dan misi daerah telah dijabarkan secara konkret melalui 10 program prioritas Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
Program-program tersebut diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul serta penguatan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Implementasinya menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam perjalanan satu tahun ini, berbagai langkah pembangunan terus dipacu. Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta tetap menjaga prinsip keberlanjutan.
Bupati Franky Donny Wongkar bersama Wakil Bupati Theodorus Kawatu mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, masyarakat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk terus bergandengan tangan.
“Kami berharap kita dapat berjalan bersama, berpikir bersama, berucap bersama, dan bertindak bersama. Dengan kebersamaan itulah, kerinduan masyarakat Minahasa Selatan dapat terwujud,” tegasnya.
Optimisme juga disampaikan terkait dukungan dari pihak legislatif yang diyakini akan terus mengalir demi keberlanjutan pembangunan daerah.
Menurutnya, setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dengan niat baik serta penuh tanggung jawab akan membawa berkat bagi seluruh masyarakat Minahasa Selatan.
Setahun telah dilalui. Tantangan tentu masih ada di depan. Namun bagi FDW–TK, perjalanan ini adalah tentang komitmen yang terus diperbarui—membangun Minahasa Selatan yang maju secara ekonomi, sejahtera bagi masyarakat, dan berkelanjutan dalam setiap langkah pembangunan. (Buds)













