NPM, Manado – Tepat satu tahun sejak pelantikan pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay menunjukkan arah pembangunan yang semakin terstruktur, progresif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selama 12 bulan terakhir, duet yang dikenal dengan tagline YSK–Victory ini mencatat sejumlah capaian strategis di berbagai sektor, baik itu ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, infrastruktur hingga reformasi birokrasi.
Pemerintahan ini menegaskan komitmennya pada visi besar: “Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Akselerasi Ekonomi dan Kebijakan Pro-Rakyat
Di sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi Sulut mendorong pertumbuhan berbasis sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Target pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melampaui rata-rata nasional melalui penguatan hilirisasi dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Revitalisasi pariwisata menjadi salah satu prioritas utama.
Penguatan konektivitas penerbangan internasional dan promosi destinasi unggulan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.
Kawasan strategis seperti Taman Nasional Bunaken dan Kawasan Ekonomi Khusus Likupang terus dikembangkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
Tak hanya itu, kebijakan keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 25 persen serta kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi bukti keberpihakan kepada masyarakat dan pekerja.
Langkah ini dinilai mampu menjaga daya beli sekaligus mendorong stabilitas ekonomi daerah.
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dilakukan melalui penataan regulasi pajak dan retribusi daerah guna memperkuat kapasitas fiskal pembangunan jangka panjang.
Pengakuan Nasional: Pendidikan dan Kesehatan Melesat
Di bidang pendidikan, Sulut meraih penghargaan nasional dalam Anugerah Data dan Teknologi Pendidikan 2025 sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pemanfaatan data pendidikan.
Transformasi sistem pendidikan berbasis digital dan data dinilai berhasil meningkatkan efektivitas tata kelola pendidikan.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Sulut meraih UHC Award 2026 (Universal Health Coverage) atas keberhasilan memperluas cakupan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Penghargaan ini menegaskan komitmen pemerintahan YSK dalam menjamin akses kesehatan yang merata dan inklusif.
Upaya penurunan angka stunting juga mendapat perhatian serius. Dalam momentum HUT ke-61 Provinsi Sulut, pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah dengan kinerja terbaik dalam menekan angka stunting, indikator penting kualitas generasi masa depan.
Tata Ruang, Infrastruktur, dan Pemerataan Pembangunan
Salah satu capaian monumental adalah tuntasnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulut 2025–2044 yang telah mendapat persetujuan Pemerintah Pusat.
Dokumen ini menjadi fondasi hukum dan arah pembangunan jangka panjang, termasuk pengembangan kawasan strategis, wilayah perbatasan, serta pengelolaan sektor pertambangan rakyat secara legal dan berkelanjutan.
Pemerataan pembangunan juga digencarkan di 15 kabupaten/kota.
Modernisasi pertanian sebagai lumbung pangan regional menjadi fokus penting, termasuk penguatan infrastruktur jalan dan fasilitas publik, serta dukungan genset untuk wilayah kepulauan guna menjamin ketersediaan energi.
Pelestarian Budaya dan Penguatan Identitas Daerah
Dalam bidang kebudayaan, Provinsi Sulut mencatat sejarah dengan penetapan 21 karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025.
Lonjakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian identitas lokal sekaligus penguatan diplomasi budaya.
Sulut juga dipercaya sebagai tuan rumah Perayaan Paskah Nasional 2026, mempertegas citra daerah sebagai laboratorium kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Reformasi Birokrasi dan Penguatan Tata Kelola
Di internal pemerintahan, Gubernur Yulius melakukan penataan birokrasi melalui pelantikan dan rotasi 62 pejabat eselon II–IV.
Reformasi ini menekankan profesionalisme, dedikasi, serta inovasi sebagai budaya kerja baru di lingkungan Pemprov Sulut.
Penguatan kapasitas aparatur juga dilakukan melalui dukungan terhadap Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), demi membentuk birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Fondasi Kuat Menuju Lima Tahun
Setahun pertama pemerintahan Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay menjadi fase konsolidasi sekaligus akselerasi.
Dari pengakuan nasional di bidang kesehatan dan pendidikan, kebijakan pro-rakyat, penguatan ekonomi daerah, hingga reformasi birokrasi, berbagai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk melanjutkan pembangunan Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi pengalaman kepemimpinan, pendekatan disiplin, dan orientasi kesejahteraan rakyat, pemerintahan YSK–Victory menatap tahun-tahun berikutnya dengan optimisme tinggi.
Sulut bergerak maju bukan sekadar slogan, tetapi arah kebijakan yang terus diwujudkan. (don)













