NPM, MANADO – Respons cepat ditunjukkan personel Polresta Manado dalam menangani peristiwa kebakaran yang menghanguskan lima unit kios milik keluarga M–R.
Peristiwa kebakaran terjadi di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Kamis (19/3/2026) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WITA tersebut langsung direspons aparat kepolisian setelah menerima laporan dari masyarakat melalui call center 110/112.
Personel piket fungsi bersama Pawas segera mendatangi lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta membantu proses penanganan awal.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial M.T. (52), api pertama kali terlihat saat dirinya hendak membuang sampah.
Ia melihat kobaran api dari salah satu kios dan segera berteriak meminta bantuan warga serta menghubungi pihak kepolisian.
Saksi juga membangunkan S.S.W. (30), salah satu penyewa kios.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke kios lainnya, termasuk kios milik R.G.R. (33) yang digunakan sebagai usaha kafe.
Juga kios milik I. (56) yang digunakan sebagai rumah makan.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.36 WITA dengan bantuan empat unit mobil Damkar.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Dalam penanganan di lapangan, personel Polresta Manado melakukan pengamanan dan sterilisasi TKP.
Juga pengaturan arus lalu lintas untuk memperlancar akses mobil pemadam kebakaran.
Serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Selain itu, petugas juga melakukan olah TKP awal bersama fungsi INAFIS serta mengumpulkan keterangan para saksi.
Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono terkait kebakaran menyampaikan keterangannya.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran cepat personel di lokasi merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Personel kami langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan,” jelasnya.
“Fokus utama adalah pengamanan TKP, membantu proses pemadaman, serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi tetap terjaga,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa sinergitas antara masyarakat, pemadam kebakaran, dan aparat kepolisian sangat membantu dalam mencegah meluasnya kebakaran ke bangunan lain.
“Kolaborasi yang baik di lapangan membuat api dapat segera dikendalikan,” ungkapnya
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya terkait instalasi listrik dan ketersediaan alat pemadam api ringan,” ucapnya.
Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (fer)













