NPM, MANADO – Polresta Manado bersama seluruh Polsek jajaran respon cepat dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026).
Sejak terjadinya gempa pada pagi hari, personel kepolisian langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.
Serta pemantauan di sejumlah titik terdampak, baik di wilayah Kota Manado maupun sekitarnya.
Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Di wilayah Kecamatan Sario, personel Polsek Sario bergerak cepat mengamankan lokasi reruntuhan Gedung Hall B Koni.
Yang mengakibatkan satu warga berinisial D.L. (70) meninggal dunia dan satu warga lainnya H.S. (54) mengalami luka.
Proses evakuasi dilakukan bersama tim gabungan dengan penuh kehati-hatian dan empati terhadap korban.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Wenang, Polsek Wenang melakukan pengamanan di Rumah Sakit Siloam setelah terjadi kerusakan ringan pada bagian atap pintu masuk UGD akibat gempa.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan pelayanan medis tetap berjalan normal.
Tiga kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa puing.
Di wilayah Tombulu, Kabupaten Minahasa, Polsek Tombulu bersama Forkopimcam melakukan peninjauan langsung ke sejumlah desa terdampak.
Beberapa bangunan gereja mengalami kerusakan pada bagian plafon.
Serta ditemukan retakan pada jalan dan rumah warga di Desa Suluan.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dan aktivitas masyarakat telah kembali berjalan normal.
Selain itu, di kawasan Pelabuhan Manado, Polsek Kawasan Pelabuhan turut melakukan pengamanan dan pengecekan pada area terminal penumpang yang mengalami kerusakan pada bagian plafon.
Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta dan telah dikoordinasikan dengan pihak pengelola untuk segera dilakukan perbaikan.
Di wilayah Kecamatan Bunaken, jajaran Polsek Bunaken bersama pemerintah setempat melakukan pendataan terhadap sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian dinding dan pagar.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dalam setiap penanganan di lapangan, personel Polri tidak hanya fokus pada aspek pengamanan.
Tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dengan memberikan dukungan moril kepada masyarakat terdampak.
Serta membantu proses evakuasi, dan memastikan warga merasa aman dan tidak panik.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melalui Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menyampaikan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun, terutama dalam kondisi darurat bencana.
“Kehadiran kami adalah untuk memastikan keselamatan masyarakat, memberikan rasa aman, serta membantu warga yang terdampak,” ucapnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar penanganan dapat berjalan cepat, tepat, dan humanis,” ucapnya lagi.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
Warga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Segera menuju tempat terbuka saat terjadi gempa, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Polresta Manado menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal ini sebagai wujud nyata pengabdian Polri yang Presisi dan berorientasi pada keselamatan serta kemanusiaan. (fer)













