NPM, MANADO – Personil Komisi II DPRD Sulawesi Utara Angelia Wenas berharap pemerintah mampu meningkatkan produksi unggas petelur.
Tujuannya agar Sulawesi Utara mampu mandiri dan mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar daerah.
“Faktanya, saat Sulut ini masih menerima pasokan telur dari luar daerah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi kualitas maupun dampaknya terhadap harga pasar lokal,” ujar Wenas saat rapat dengan mitra kerja, Senin (2/3).
Lanjutnya, konsumen juga tidak tahu kualitas telur yang masuk dari luar seperti apa. Selain itu, kalau tidak dikontrol, ini bisa merusak harga pasar dan merugikan peternak lokal.
Kondisi ini diperparah dengan lonjakan harga pakan ternak yang cukup drastis. Sehingga berpengaruh pada biaya produksi.
Wenas mendesak Dinas Pertanian dan Peternakan dapat memperketat pengawasan terhadap hasil peternakan dari luar daerah yang masuk ke wilayah Sulawesi Utara.
“Pengendalian distribusi dan pengawasan mutu dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi usaha peternak lokal,” pintanya. (rud)













