NPM, MANADO-Anggota Komisi II DPRD Sulut Jems Tuuk meminta pemerintah Provinsi Sulut mewaspadai kekeringan yang dipicu fenomena El Nino.
Ia meminta pemprov bersiap sedini mungkin sebelum terjadi bencana kekeringan.
“Minimal harus ada antisipasi khusus untuk daerah pertanian seperti menyiapkan pompa air,” katanya, beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, bencana El Nino sangat mengancam wilayah pertanian. Jika pertanian terancam tentu akan berpengaruh pada ketersediaan pangan daerah.
“Makanya, harus ada antisipasi untuk menyelamatkan wilayah pertanian yang ada di Sulut,” tukasnya.
Terpisah, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan, pihaknya menyiapkan strategi penanggulangan dampak El Nino serta memperkuat cadangan pangan. “Tentu pemerintah akan perkuat cadangan pangan,” katanya.
Lanjutnya, untuk jangka panjang, pihaknya menyiagakan Bendungan Lolak.
Air dari bendungan itu dapat mengairi irigasi di wilayah Bolmong yang merupakan sentra pangan di Sulut.
“Saya imbau kepada masyarakat agar mendukung penuh program ini agar tidak terhambat. Bendungan tersebut rencananya akan diresmikan Agustus ini,” tukasnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut 63 persen wilayah zona musim di Indonesia telah terdampak fenomena El Nino. Termasuk Sulawesi Utara.
Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG A Fachri Radjab mengatakan, puncak fenomena itu diperkirakan terjadi pada Agustus dan September.
BMKG mengkategorikan zona musim di Indonesia menjadi 699 zona. Dari jumlah tersebut, 63 persen di antaranya telah memasuki musim kemarau.
Di Sulut sendiri kurang lebih sebulan terakhir, sebagian besar wilayah belum diguyur hujan. Kemarau panjang ini bervariasi pada beberapa daerah.
Ada 14 Daerah Irigasi (DI) di Sulut yang terancam kekeringan. Yakni DI Paniki Kolongan, DI Rap Rap, DI Sawangan Kiri Kanan, DI Panesan Hulu, DI Panesan Hilir, DI Ranowelang, DI Sedamata, DI Sendow, DI Taler, DI Tombakar, DI Tompaso, DI Kaweng, DI Makalonsow, dan DI Taraitak.
Seperti di Kota Manado dan sekitarnya, puncak musim kemarau berlangsung Agustus hingga September mendatang. Sementara pada daerah Bolaang Mongondow Raya berlangsung pada Bulan September hingga November mendatang. (rud)













