Atasi Keresahan Penambang, Gubernur YSK Hadir untuk Rakyat

Gubernur Yulius Selvanus bersama tim Pegadaian Kanwil V Manado. (ist)

NPM, Manado – Di tengah kegelisahan yang sempat menyelimuti ribuan keluarga penambang rakyat di Bumi Nyiur Melambai, secercah harapan kembali menyala.

Kesulitan menjual emas hasil tambang yang beberapa waktu terakhir dirasakan masyarakat, langsung direspons cepat oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.

Bagi banyak keluarga penambang di Sulawesi Utara, emas bukan sekadar logam mulia.

Ia adalah sumber penghidupan, biaya sekolah anak, kebutuhan dapur hingga harapan masa depan.

Ketika akses penjualan terhambat yang terdampak bukan hanya ekonomi, tetapi juga ketenangan hidup masyarakat kecil.

Menyadari hal itu, Gubernur Yulius Selvanus tidak menunggu situasi berlarut-larut.

Di Wisma Negara Bumi Beringin, Selasa (3/3/2026), ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan rakyat berjalan sendiri menghadapi persoalan.

“Beberapa waktu lalu ada keresahan dari masyarakat penambang. Ini tentu tidak kami biarkan. Kami pasti mencarikan solusi,” tegasnya.

Pagi harinya, persoalan tersebut langsung dibahas dalam rapat bersama Forkopimda Sulawesi Utara.

Pertambangan rakyat menjadi agenda penting, dengan fokus utama memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan menjual hasil tambangnya secara aman dan legal.

Namun langkah gubernur tak berhenti pada forum resmi.

Di hari yang sama, pada malam harinya, ia langsung mengundang Kepala Kantor Wilayah Pegadaian Sulawesi Utara untuk duduk bersama mencari solusi konkret.

Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan di atas kertas, tetapi tentang kehadiran nyata di tengah rakyat.

“Walaupun tadi pagi sudah muncul solusi, malam ini saya langsung berkomunikasi dengan Pak Kakanwil. Besok beliau akan berdiskusi secara internal untuk mematangkan langkah yang bisa membantu masyarakat penambang,” ujar Gubernur.

Ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan harus dilakukan tanpa menimbulkan masalah baru.

Kepastian hukum tetap dijaga, namun kepentingan rakyat menjadi prioritas utama.

“Intinya kami pemerintah berusaha menyelesaikan masalah tanpa masalah. Masyarakat penambang sabar, karena negara akan hadir membela kalian. Jadi ada solusinya,” tandasnya.

Dari pihak Pegadaian, respons positif pun langsung diberikan.

Kepala Kantor Wilayah Pegadaian Sulut, Maksum, menyampaikan komitmen bahwa Pegadaian tetap melayani masyarakat yang ingin menggadaikan emas sepanjang bukan berasal dari tindak kejahatan.

“Selama itu emas dan bukan dari hasil pencurian atau tindak kejahatan, Pegadaian siap melayani,” ujarnya.

Mekanisme gadai yang berlaku selama empat bulan, dengan opsi perpanjangan melalui pembayaran sewa modal, menjadi salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga likuiditas tanpa harus kehilangan asetnya.

Koordinasi cepat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pegadaian ini menjadi angin segar di tengah dinamika sektor pertambangan rakyat.

Bagi masyarakat penambang, kehadiran pemimpin yang responsif memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa mereka tidak ditinggalkan.

Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika regulasi sektor tambang rakyat, satu pesan menguat dari Gubernur Yulius Selvanus: pemerintah hadir mendengar dan bergerak.

Dan bagi masyarakat Sulawesi Utara, terutama para penambang yang menggantungkan hidup pada butiran emas dari perut bumi.

Itu bukan sekadar pernyataan, melainkan harapan yang kembali tumbuh. (don)

Editor: Donny Piri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *