NPM, Amurang – Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Minahasa Selatan (Minsel) resmi dilantik di Graha Gubernur Bumi Beringin, Manado, Jumat (6/3/2026).
Pelantikan yang berlangsung serentak bagi pengurus Dekopinda kabupaten/kota se-Sulawesi Utara ini menandai babak baru penguatan gerakan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di daerah.
Ketua Dekopinda Minsel Esther Kalangi ST, menegaskan komitmen pihaknya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mengoptimalkan fungsi dan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Sebagai induk koperasi, Dekopinda juga akan membantu dan memfasilitasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo, agar desa-desa bisa maju dan mandiri melalui koperasi,” ujar Kalangi.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) dalam arahannya memuji kinerja cepat jajaran Dekopinwil Sulut yang mampu membentuk kepengurusan hingga tingkat daerah dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam membangun gerakan koperasi yang solid di Sulawesi Utara.
“Tidak sampai empat bulan semuanya sudah terbentuk lengkap. Ini luar biasa. Bisa jadi Sulawesi Utara yang paling lengkap struktur Dekopinnya di seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki banyak potensi ekonomi rakyat yang selama ini belum dikelola secara optimal, mulai dari sektor pertambangan rakyat, perikanan laut, perkebunan hingga pertanian.
Menurutnya, jika potensi-potensi tersebut dikelola secara baik melalui koperasi, maka akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Majunya koperasi dan suksesnya koperasi ada di tangan kalian. Jika potensi ini dikelola optimal, ekonomi Sulawesi Utara akan tumbuh dan masya masyarakat akan semakin sejahtera,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran koperasi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Minahasa Selatan. (Buds)













