NPM, Manado – Belum dilantiknya Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terpilih Dr Sintya J.K Umboh S.Pt MSi menuai polemik.
Sintya ditetapkan sebagai Dekan Fakultas Peternakan UNSRAT periode 2026-2030 dalam pemilihan Rapat Senat Tertutup pada Rabu 10 Desember 2025 lalu.
Dr Sintya J.K Umboh SPt MSi memperoleh 27 suara (73%) sangat fantastis, mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Dr Ir Nansi Margret Santa SPt MSi IPM, ASEAN Eng 3 suara (8%) dan Dr Ir Erwin Hubert Barton Sondakh MSi IPU ASEAN Eng 7 suara (19%).
Salah satu dosen BR yang membuat petisi kepada Presiden Prabowo dan Menristek Dikti Bryan Yuliarto akhirnya diklarifikasi oleh Plt Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas Peternakan, Senin (16/03).
Plt Dekan Fakultas Peternakan Unsrat Dr Ralfie Pinasang SH MH mengatakan bahwa polemik tersebut terjadi karena ada oknum dosen BR yang membuat petisi.
BR mengundang mahasiswa untuk mendengarkan petisinya yang tidak ijin kepada Plt Dekan maupun civitas akademika.
“Dekan yang terpilih bukannya tidak dilantik, hanya ada penundaan dikarenakan dari pihak rektorat menemukan suatu pelanggaran integritas Dosen tersebut hingga pelantikan ditunda untuk beberapa waktu saja,” ujar Ralfie Pinasang.
Hal senada dikatakan oleh Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Unsrat Dr Ir Erwin Sondakh MSi IPU ASEAN Eng bahwa dosen BR waktu melakukan petisi yang mengundang mahasiswa ternyata dosen tersebut tidak memberitahukan apa yang akan dipetisikan.
Setelah diselidiki mahasiswa yang diundang tidak tahu apa dilakukan oleh dosen tersebut.
“Bersama perwakilan mahasiswa yang diundang oknum dosen BR menyatakan sikap untuk menolak isi petisi dosen tersebut,” ujar Erwin Sondakh.
Civitas akademika fakultas Peternakan Unsrat menyerahkan seluruh keputusan menyangkut pelantikan Dekan fakultas Peternakan Unsrat kepada Rektor Unsrat. (*/don)













