NPM, Ratahan – Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, melakukan penjajakan serius terkait pengadaan mesin cuci darah (hemodialisa) di RSUD Mitra Sehat, Rabu (4/3/2026).

Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama pihak PT B. Braun Medical Indonesia wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah David H Lalandos, Kepala Dinas Kesehatan Tommy Soleman, serta jajaran manajemen RSUD Mitra Sehat.

Dalam pertemuan itu, pihak PT B. Braun Medical Indonesia memaparkan secara teknis terkait pengadaan dan operasional mesin hemodialisa. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengatasi keterbatasan layanan kesehatan yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat Minahasa Tenggara.
Saat ini, belum tersedianya fasilitas cuci darah di daerah tersebut memaksa pasien gagal ginjal menjalani perawatan ke Kota Tomohon atau Manado. Kondisi ini dinilai tidak efisien karena memerlukan waktu tempuh yang panjang, biaya transportasi yang tinggi, serta beban fisik tambahan bagi pasien dan keluarga.
Bupati Ronald Kandoli menegaskan komitmennya untuk meningkatkan fasilitas kesehatan agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.
“Intinya pasien harus bisa dirawat secepatnya dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup tanpa harus terbebani perjalanan jauh,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara terus berkoordinasi guna mempercepat realisasi pengadaan alat medis tersebut di RSUD Mitra Sehat. Dengan hadirnya layanan hemodialisa, diharapkan akses kesehatan semakin mudah dan kualitas hidup pasien meningkat. (Buds)













