Walikota Hadir di Musrembang RKPD Kota Manado Tahun 2027

NPM,MANADO-Walikota dan Wakil Wali Kota Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang menghadiri Musrembang Kota Manado yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota.

Pun usai  acara pembukaan dilaksanakan pemutaran video sebagai pengantar sekaligus memaparkan apa sebenarnya  Musrembang (RKPD) Tahun 2027 itu.

Data dilapangan menyebutkan pelaksanaan Musrembang dalam bentuk talk show ini dipandu oleh Felix Panelewen dengan Pemanfaatan lewat penggunaan Teknologi AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan).

Para acara talk show ini menghadirkan pembicara Walikota Manado, Sekot Manado dr. Steaven Dandel M.Ph dan mewakili Bapeda Sulut James Kewas M.Si. Bahkan usai  gambaran umum dari moderator ditampilkan visi misi AARS, program nasional, provinsi Sulut. Tak lupa ikut ditampilkan gambaran awal tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Manado.

Pada kesempatan itu moderator meminta Walikota untuk memberikan masukan terkait awal harus membangun kendati ditengah terpaan efisiensi anggaran. Namun bagi Walikota kendati efisiensi harus memaksimalkan yang ada yakni membangun dengan kondisi yang ada termasuk memaksimalkan anggaran sebab kita tidak harus mengeluh dan tetap membangun berdasarkan dengan visi misi yang ada baik visi misi Nasional, Provinsi dan Kota Manado.

Menurut Walikota , program yang harus diprioritaskan adalah berbagai program yang menjadi andalan harus dijalankan termasuk menjabarkan permasalahan ekonomi termasuk PDRB, inflasi dalam kaitan dengan investasi, soal infrastruktur, peningkatan SDM dan lain-lain.

“Pengeluaran masyarakat dapat terkendali. Dan soal transportasi umum diharapkan dapat dimanfaatkan demi kenyamanan masyarakat, termasuk penyediaan air bersih.” pintahnya.

Disesi itu juga pertanyaan ikut diutarakan moderator Felix menjadi catatan penting untuk disikapi oleh Walikota ketika memberikan penjelasan ikut stressing soal (UMKM) agar dapat berjalan dengan baik demi penguatan industri.

Bukan hanyabitu saja , Wakil Walikota ikut memberikan pendapat terkait ketika Manado mendapat penghargaan sebagai Kota Kreatif. Dan bagi Wakil Walikota para pelaku kreatif ini diharapkan dapat menggerakkan sektor ekonomi termasuk pemusik dan paduan suara. Apalagi Kemenkraf menilai bahwa lemusik dan paduan suara di Kota Manado ikut menggerakkan perekonomian Kota.

“Ini ada kaitan dengan ekononi sebab soal makan minum, penyediaan pakaian-pakaian koor yang menunjang UMKM seperti para tukang jahit. Dan peluang ini harus dimanfaatkan termasuk dalam kaitan dengan pariwisata.” tukasnya

Sekretaris Daerah Kota Manado ikut memaparkan soal pelayanan Kesehatan di Kota Manado tentang pelayanan Kesehatan yang lebih luas dan di 2027 ini diupayakan untuk pelayanan promotif dan layanan preventif.

“Puskesmas menjadi garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan termasuk mengcover warga masyarakat yang tidak terlayani oleh BPJS. Dan soal RSUD dengan adanya konsep pelayanan Home Care yakni, pelayanan langsung ke rumah atau Home Care ini dapat dinaksimalkan demi kenyamanan warga dalam hal pelayanan kesehatan.” ujarnya.

Sementara itu James dari Bapeda Sulut ikut menyampaikan tentang sinkronisasi program pemerintah provinsi dan Kota Manado. Dan untuk program dan kegiatan terkait dengan infrastruktur seperti kegiatan strategis tentang rehabilitas jalan yang ada di Kota Manado.

Pada hajatan itu juga Kapolres Manado memaparkan, tentang kondisi Kota Manado dalam kaitan dengan tupoksi Kepolisian terutama stressing pada keamanan demi kenyamanan agar Manado selalu Kondusif.

LMP Kecamatan Malalayang ikut memberikan masukan dan usulan soal menggalakkan posyandu-posyandu dan penanganan stunting. Rehabilitasi dan revitalisasi posyandu harus dilakukan karena ini demi kenyamaman warga masyarakat. Dan Wawali ikut menambahkan soal keikutsertaan LPM yang dapat menunjang pembangunan setiap Kelurahan dan Kecamatan.

Bukan hanya itu saja , terkait stunting ikut diberikan gambaran oleh Wawali dimana telah dilaksanakan pra musrembang tematik dan mengharapkan dukungan dari berbagai pihak sebab stunting masih merupakan program nasional termasuk ditingkat provinsi yang mendapat perhatian serius.

Suasana semakin hangat tatkala pertanyaan datang dari anggota (DPRD) Kota Manado Stenly Tamo soal kewenangan jalan dan dana bagi hasil yang ikut dijawab dari Bapeda Provinsi. Kegiatan dialog semakin menarik dipandu Bung Felix sebab antusiasnya peserta Musrembang mengutarakan permasalah dilapangan dengan memberikan masukan-masukan yang berarti. Setidaknya memberikan masukan, Kadisnaker Manado Fadly Kasim, Dewas Perumda Pasar Manado Novie Lumowa, Aktivis Suara Perempuan Sulut Vivi George, Akademisi Fisip Unsrat Ronny Gosal, dan peserta lainnya.

Sementara itu Sekot dan Wali kota ikut memberikan pendapat secara umum dalam kaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan anggaran ditengah efisiensi sementara kita harus patuh terhadap aturan agar tidak bebenturan dengan hukum. Kemudian acara diakhiri dengan lounching platform “Tabea Manado” serta penandatanganan berita acara musrembang Kota Manado tahun 2027.

Hadir dalam acara ini Anggota DPRD Sulut, Anggota DPRD Manado, Kapolres Manado, Forkopimda Kota Manado, Para Asisten dan Kepala Dinas/Badan, Camat, Akademisi PTN dan PTS, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh LSM, Organisasi Kemasyarakatan, LMP Kecamatan, Insan Pers dan undangan

 

(ROGAM/Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *