NPM, Manado – Kejuaraan Catur Terbuka OSSO Chess Cup 2026 yang digelar di M ICON Convention Centre Manado dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) dan pelantikan Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Utara, Apriano Ade Saerang ST MSi periode 2026–2031 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan pecinta catur di Sulawesi Utara.
Turnamen ini diikuti sebanyak 330 peserta, terdiri dari 100 peserta kategori junior dan 230 peserta kategori senior dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Utara yang juga Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sulut, Apriano Ade Saerang ST MSi mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan olahraga catur di daerah terus mengalami peningkatan positif.
“Kejuaraan ini memang dirangkaikan dengan pelantikan Partai Hanura Sulawesi Utara. Namun kami melihat animo masyarakat, khususnya pecinta catur di Sulawesi Utara, semakin hari semakin baik,” ujar Saerang kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, jumlah peserta yang mencapai 330 orang tersebut jauh melampaui perkiraan panitia. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga catur semakin diminati oleh berbagai kalangan usia.
“Awalnya saya memperkirakan peserta tidak terlalu banyak karena kegiatan ini dirangkaikan dengan agenda pelantikan. Namun ternyata di luar dugaan, jumlah peserta justru melampaui target yang kami tetapkan,” katanya.
Menurut Saerang, OSSO Chess Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Salah satu program unggulan Percasi Sulut yang turut mendorong peningkatan atlet usia dini adalah program Goes To School yang telah berjalan efektif selama enam bulan terakhir.
“Hasilnya sangat menggembirakan. Dari total peserta junior, sebagian besar berasal dari kelompok usia SD hingga SMP. Bahkan ada peserta berusia lima tahun yang masih duduk di taman kanak-kanak dan sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan catur,” ungkapnya.
Ia menilai, perkembangan tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan usia dini Percasi Sulut dalam mencetak atlet potensial masa depan.
Pada Kejurnas sebelumnya, atlet-atlet junior Sulut berhasil menembus peringkat empat hingga sepuluh besar nasional. Karena itu, Percasi Sulut menargetkan perolehan medali pada Kejurnas Catur 2026 di Banten.
“Tahun ini kami menargetkan atlet junior Sulawesi Utara bisa meraih medali. Berdasarkan hasil evaluasi dan uji coba yang telah dilakukan, saya optimistis ada atlet muda Sulut yang mampu mempersembahkan medali emas di Kejurnas Banten,” tegasnya.
Saerang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Percasi Sulut, insan catur, pemerintah daerah, serta media yang telah mendukung perkembangan olahraga catur di Sulawesi Utara.
Ia menjelaskan, masa kepengurusan Percasi Sulut bersama Sekretaris Percasi Sulut Vecky Tenda akan berakhir setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Kejurnas ke-49 rencananya akan digelar di Banten pada September mendatang. Masa kepengurusan kami diperpanjang oleh PB Percasi karena masih ada agenda Kejurnas. Setelah itu, Percasi Sulut akan kembali melaksanakan musyawarah,” jelasnya.
Saerang juga menyoroti dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap pengembangan olahraga, termasuk catur. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi faktor penting dalam peningkatan prestasi atlet daerah.
“Kita mengetahui bahwa perhatian Gubernur tidak hanya tertuju pada catur, tetapi juga berbagai cabang olahraga lainnya. Namun khusus untuk catur, beliau memberikan dukungan yang sangat besar. Saya sering menyebut Gubernur sebagai “Grand Master” karena perhatian dan dukungannya terhadap perkembangan catur di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.
Salah satu capaian membanggakan adalah keberhasilan Maria Angkow meraih gelar Woman National Master (WNM) dan menjadi perempuan pertama dalam sejarah percaturan Sulawesi Utara yang menyandang gelar tersebut.
“Ke depan kami berharap akan lahir lebih banyak lagi atlet bergelar master nasional dari Sulawesi Utara. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis prestasi catur Sulut akan terus meningkat di tingkat nasional,” pungkas Saerang. (dio)













