NPM, Manado — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) bagi 61 peserta dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kepemimpinan Sekolah yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyiapkan calon pemimpin satuan pendidikan yang mampu menghadapi dinamika dan tantangan dunia pendidikan.
Pelatihan dibuka oleh Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Dr Iwan Junaidi S.Si MPd.
Iwan menegaskan bahwa Pelatihan BCKS tidak sekadar membekali peserta dengan kemampuan manajerial. Pelatihan dirancang menggunakan pendekatan transformatif-integratif agar calon kepala sekolah mampu mengembangkan kompetensi kepemimpinan sekaligus mendorong perubahan positif di lingkungan satuan pendidikan.
“Pelatihan BCKS ini bukanlah pelatihan biasa, melainkan dilaksanakan dengan pendekatan transformatif-integratif. Pendekatan ini memastikan para calon kepala sekolah tidak hanya menguasai kemampuan manajerial, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan yang membawa transformasi positif di lingkungan sekolah,” ujar Iwan dalam sambutannya.
Menurut Iwan, kepemimpinan sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, Kepala BGTK Provinsi Sulawesi Utara Arianto Batara SP MPd dalam laporannya menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi substansi sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.
Arianto mengatakan, seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memiliki kesiapan dan potensi dalam mengembangkan kompetensi kepemimpinan sebagai calon kepala sekolah.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin sekolah yang berintegritas, visioner, transformatif, dan adaptif di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan.
“Pentingnya menghadirkan sosok pemimpin sekolah yang berintegritas, visioner, transformatif, dan adaptif mendorong kami untuk segera melaksanakan pelatihan ini. Kita tidak menampik bahwa saat ini cukup sulit mendapatkan sosok pemimpin yang benar-benar berintegritas. Karena itu, pelatihan ini hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ungkap Arianto.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama pelatihan, tetapi mampu mengimplementasikan kompetensi kepemimpinan tersebut ketika nantinya dipercaya memimpin satuan pendidikan.
“Melalui Pelatihan BCKS ini, BGTK Provinsi Sulawesi Utara berharap dapat melahirkan generasi kepala sekolah baru yang siap membawa sekolah-sekolah di Sulawesi Utara menuju tata kelola yang transparan, inovatif, serta berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran peserta didik,” pungkasnya.
Pelatihan BCKS diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan satuan pendidikan di Sulawesi Utara sekaligus mendorong lahirnya kepala sekolah yang mampu mengelola sekolah secara efektif, membangun kolaborasi, dan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (dio)













