NPM, Amurang – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menerima audiensi terkait tindak lanjut hasil verifikasi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih, Selasa (14/4/2026), di Kantor Bupati Minahasa Selatan.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan kawasan pesisir yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendorong transformasi desa nelayan menjadi pusat ekonomi berbasis kelautan yang produktif dan berdaya saing.
Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas nelayan, serta pengembangan ekosistem usaha perikanan dari hulu hingga hilir.
Dalam laporan yang disampaikan, proses pengusulan program ini telah dimulai sejak 17 Oktober 2025 melalui kanal resmi KKP RI. Dari lima lokasi yang diusulkan, tiga di antaranya berhasil lolos ke tahap lanjutan, yakni Desa Matani Satu, Desa Lopana Satu, dan Kelurahan Ranomea.
Sebagai tindak lanjut, tim KKP RI telah melaksanakan survei lapangan secara langsung di ketiga lokasi tersebut pada 10 hingga 11 April 2026. Hasil survei tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat pleno Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 20 April 2026 guna menentukan tahapan implementasi fisik program.
Bupati Franky Donny Wongkar menegaskan pentingnya kerja cepat dan terkoordinasi dari seluruh perangkat daerah terkait. Ia menginstruksikan agar dilakukan penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam penyelarasan data teknis dan sinkronisasi rencana aksi.
“Seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat dan solid, memastikan semua persyaratan administratif dan teknis terpenuhi agar program ini dapat segera direalisasikan,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati berharap program Kampung Nelayan Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir Minahasa Selatan, terutama melalui pemberdayaan koperasi nelayan dan penguatan rantai usaha perikanan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Asisten, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, para Camat, Lurah, dan Hukum Tua, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta para Ketua Koperasi Merah Putih dari desa dan kelurahan terkait. (Buds)













