Rapat Pansus LKPJ Gubernur Sulawesi Utara Ungkap Fakta Miris Soal Pendidikan

Pansus LKPJ Gubernur Sulut saat melakukan pembahasan. Foto Rudi Loho

NPM, MANADO – Rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2025 bersama Dinas Pendidikan mengungkap mirisnya pendidikan di Sulut.

Terungkap, sebanyak 39.349 anak di Sulut yang putus sekolah. Jumlah ini mencakup siswa di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Penyebab utama ribuan anak di Sulut putus sekolah karena faktor ekonomi.

Mengenai ini, anggota DPRD Sulut Jeane Laluyan mempertanyakan langkah pemerintah dalam menangani puluhan ribu anak yang putus sekolah.

Menjawab hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Dr Femmy Suluh mengatakan, pemerintah tengah berupaya mendorong anak putus sekolah untuk mendapatkan ijazah melalui jalur non formal.

“Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota anak-anak itu bisa mengikut ujian kesetaraan paket A, paket B, atau Paket C melalui pusat kegiatan belajar masyarakat yang ada di kabupaten kota,” jelasnya.

Femmy menjelaskan, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab tingginya angka putus sekolah, pertama masalah ekonomi.

Banyak anak di Sulawesi Utara memilih untuk berhenti sekolah karena harus  bekerja.

Mereka memilih bekerja untuk membantu orang tua dari pada harus bersekolah.

Kedua karena faktor geografis atau kendala infrastruktur.

“Masih ada wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi sehingga menyulitkan siswa ke sekolah,” jelasnya. (rud)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *