NPM, Manado – Dalam beberapa bulan terakhir, Sulawesi Utara tampak bergerak dengan ritme yang berbeda. Agenda-agenda strategis datang hampir tanpa jeda, dari forum investasi di Jakarta hingga agenda pertahanan maritim di wilayah utara Indonesia.
Nama Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE semakin sering muncul dalam percakapan mengenai arah baru pembangunan di kawasan timur Indonesia.
April 2026 menjadi salah satu penandanya.
Dalam rentang waktu yang relatif singkat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menerima penghargaan nasional di bidang tata kelola pemerintahan, menandatangani kerja sama pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Manado Raya.
Hal ini mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung hingga menghadiri peresmian Markas Komando Bakamla Zona Tengah di Sulawesi Utara.
Rangkaian agenda itu memperlihatkan satu kecenderungan: pemerintah provinsi sedang mencoba membawa Sulawesi Utara tampil lebih aktif dalam agenda nasional.
Di Jakarta, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menerima penghargaan National Governance Awards 2026 kategori Outstanding Province in Life Expectancy Value. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian daerah dalam peningkatan angka harapan hidup masyarakat.
Bagi pemerintah provinsi, capaian itu dipandang sebagai bagian dari hasil pembangunan sektor kesehatan dan pelayanan publik yang terus menunjukkan perkembangan positif.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus bekerja bagi masyarakat,” kata Gubernur Yulius Selvanus, belum lama ini.
Namun perhatian pemerintah provinsi tidak hanya tertuju pada pelayanan publik. Pada pertengahan April lalu, Pemprov Sulut menandatangani kerja sama pembangunan PSEL Manado Raya bersama Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.
Proyek itu diproyeksikan menjadi salah satu langkah awal pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis energi di Sulawesi Utara.
Dalam beberapa kesempatan, Gubernur menyebut persoalan lingkungan tidak lagi bisa ditangani dengan pendekatan lama.
Pemerintah provinsi, kata dia, perlu mulai mendorong model pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Di sektor lain, perhatian terhadap posisi strategis Sulawesi Utara juga terlihat semakin kuat.
Peresmian Markas Komando Bakamla Zona Tengah mempertegas posisi Sulut sebagai salah satu wilayah penting Indonesia di kawasan Pasifik.
Letak geografis Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan jalur internasional membuat isu keamanan laut dan konektivitas kawasan menjadi semakin relevan.
“Sulawesi Utara adalah beranda depan Indonesia,” ujarnya dalam salah satu agenda pemerintah provinsi.
Pemerintah provinsi juga terus mendorong percepatan pengembangan KEK Bitung. Kawasan itu diproyeksikan menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur, terutama pada sektor industri, logistik dan perdagangan.
Nilai investasi yang mulai bergerak di kawasan tersebut memperlihatkan meningkatnya perhatian investor terhadap Sulawesi Utara dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah berbagai agenda itu, gaya kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus mendapat perhatian publik. Pendekatan yang aktif, intensitas komunikasi dengan pemerintah pusat serta fokus pada isu-isu strategis menjadi warna baru dalam ritme pemerintahan Sulawesi Utara.
Dalam beberapa bulan terakhir, Sulawesi Utara tampak bergerak dengan irama yang berbeda.
Di tengah perubahan ritme itu, Gubernur Yulius Selvanus perlahan menjadi salah satu figur yang paling menonjol dalam arah baru Sulawesi Utara. (don)













