NPM, Manado – Persoalan pelik yang sering terjadi setiap tahun yakni, antrean panjang di sepanjang jalur pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang kerap terjadi di sejumlah tempat SPBU di Sulawesi Utara, jadi perhatian serius bahkan kerap jadi sorotan ganas bagi aktivis William S. Luntungan.
Fenomena inipun menjadi perhatian khusus lelaki familiar yang dikenal keras dan tegas dalam memenuhi dan membawa aspirasi kepentingan rakyat. Menurut William , kondisi ini kerap terjadi dan ini secara terang terangan memperlihat kan wajah para mafia solar yang sudah mulai beraksi.

Oleh karena itu pada momentum memperingati hari Buruh (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei ini kami meminta Kepolisian Daerah (Polda-Sulut) untuk kembali memberi atensi lebih terhadap kondisi yang sudah sangat meresahkan warga.
“Sangat memiriskan para sopir truk, mereka harus antri berjam-jam untuk mendapatkan solar. Bahkan tidak jarang terjadi, belum sampai pada giliran pengisian solarnya sudah habis,” koar Luntungan, Senin (4/5/2026).
Selain itu katanya, waktu para sopir yang banyak terbuang hanya untuk mengantri (BBM), sehingga membuat para sopir harus menunda pengantaran material batu, pasir serta kerikil ketempat tujuan mereka.
“Para sopir memiliki keluarga yang menunggu dan harus mereka hidupi. Dan pada saat yang sama mereka belum bisa mendapat penghasilan tetap karena masih mengantri di sepanjang SPBU,” tukasnya.
Oleh karena itu, mereka para sopir adalah pekerja rentan yang harusnya menjadi perhatian Pemerintah Pusat dengan kondisi yang terjadi saat ini.”Pemerintah dan aparat penegak hukum harusnya peka dengan kondisi yang terjadi saat ini,” tegasnya.
Lelaki yang dikenal sangat getol melakukan aksi demo ini mengungkapkan, kami juga merasa kecewa terhadap Pertamina yang terkesan tidak peduli dengan situasi dan kondisi yang terjadi di depan mata mereka. “Terus terang kami secara pribadi sangat kecewa dengan Pertamina”. Dan ini sangat jelas nampak didepan mata mereka namun mereka sepertinya bersikap cuek dan enggan peduli dengan kepentingan para sopir Dump truck.
“Kami mencurigai ada indikasi keterlibatan para petugas Pertamina dalam dugaan kongkalikong penjualan BBM jenis Solar. Dan terpantau ada kendaraan yang sedang mengantri namun ketika tiba giliran mengisi BBM, baru diketahui kalau barcode-nya sudah dipakai. Sehingga ini jelas ada indikasi permainan antara petugas SPBU dan mafia solar.” tandasnya.
Diapun mengatakan, kami berharap para Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bersikap tegas terhadap kondisi yang telah terjadi bertahun tahun ini
“Perlu diingat para sopir truk ini juga buruh yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Daerah dan bangsa sehingga mereka layak mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Daerah ,” pungkas William
(ROGAM/NPM)













