NPM, Manado – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelantikan serta pengambilan sumpah/janji jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (11/06).
Kebahagiaan itu bukan hanya dirasakan oleh 134 pejabat yang dilantik, melainkan juga oleh keluarga yang selama ini menjadi pendukung setia di balik setiap proses pengabdian seorang ASN.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling SE menegaskan bahwa pergeseran dan pergantian jabatan merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi pemerintahan.
Sebagaimana di lingkungan militer terdapat promosi dan rotasi dari satu jenjang ke jenjang berikutnya, demikian pula dalam birokrasi pemerintahan.
Namun terpenting bukanlah posisi yang ditempati, melainkan bagaimana amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Kalau kalian bekerja dengan baik, maka pimpinan juga akan dinilai baik. Jika pemerintah berjalan baik, maka Sulawesi Utara akan semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin berkelanjutan,” tegas Gubernur.
Gubernur mengingatkan bahwa ASN adalah profesi karier. Setiap jenjang jabatan merupakan anak tangga yang harus dilalui dengan prestasi, dedikasi, dan kerja nyata.
Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Semua harus dibangun melalui kinerja yang terukur dan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.
“Berprestasilah. Dalam dunia militer, prajurit yang menunjukkan kemampuan luar biasa akan memperoleh penghargaan dan kenaikan pangkat. Dalam birokrasi pun demikian. Prestasi akan membuka jalan menuju tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pemerintahan yang berkeadilan.
Setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan dipromosikan berdasarkan kompetensi, integritas, serta capaian kinerja.
Dalam enam bulan ke depan, seluruh pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi secara objektif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas birokrasi.
Saat ini terdapat sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong, termasuk pada sektor Perumahan dan Kawasan Permukiman, Koperasi, serta Perdagangan.
Selain itu, dalam waktu dekat beberapa pejabat eselon II akan memasuki masa purnabakti.
“Kalian harus mulai mempersiapkan diri. Bulan depan ada pejabat yang pensiun. Siapkah kalian menggantikannya? Jika ingin mendapatkan kesempatan itu, tunjukkan prestasi, tunjukkan kemampuan, dan tunjukkan dedikasi,” pesan Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya peran pejabat administrator dan pengawas sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemerintah.
Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas perencanaan, ketepatan pelaksanaan program, serta akurasi data dan informasi yang disampaikan kepada pimpinan.
“Kesalahan dalam memberikan masukan dapat berakibat fatal terhadap kebijakan. Karena itu, susunlah program dan anggaran secara baik, benar, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Gubernur, seluruh program pemerintah pada hakikatnya bertujuan untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, setiap pejabat harus memahami bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan instrumen pelayanan publik.
Berbagai tantangan pembangunan masih menanti untuk diselesaikan. Infrastruktur jalan provinsi yang membentang hampir seribu kilometer membutuhkan perhatian serius. Pelayanan publik harus terus ditingkatkan.
Efektivitas penggunaan anggaran harus semakin diperkuat. Semua itu membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh perangkat daerah.
Di tengah keterbatasan fiskal dan tingginya tantangan pengelolaan belanja pegawai yang melayani sekitar 17 ribu ASN dan PPPK, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap mampu menunjukkan berbagai capaian membanggakan.
Pengendalian inflasi berjalan baik, ketimpangan ekonomi tetap terjaga melalui gini ratio yang relatif baik, angka stunting berhasil ditekan, serta berbagai penghargaan nasional berhasil diraih.
“Semua keberhasilan itu bukan hasil kerja satu orang. Itu adalah hasil kerja bersama. Karena itu saya mengajak seluruh ASN untuk terus memberikan yang terbaik bagi daerah ini,” ujar Gubernur.
Mengakhiri arahannya, Gubernur mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjadikan sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan sebagai komitmen moral dalam bekerja.
Loyalitas, profesionalisme, integritas, dan semangat melayani harus menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan dan keputusan.
“Jabatan adalah amanah. Jabatan adalah kepercayaan. Jalankan dengan penuh tanggung jawab. Mari bekerja bersama, bergandengan tangan, satu visi dan satu tujuan, demi Sulawesi Utara yang semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin berkelanjutan.”
Dengan semangat “Satu Komando, Petarung!”, seluruh ASN diharapkan terus menjadi motor penggerak perubahan, menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta mengukir prestasi yang membawa Sulawesi Utara menuju masa depan yang lebih gemilang. (don)













