NPM, Manado – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Dancesport se-Sulut naik kelas. Digelar Sabtu 20 Juni 2026 di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, IODI Sulut mendatangkan 2 juri internasional.
Lantai Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut berubah jadi panggung adu skill.
Penilaian bukan lagi lokal-lokalan, tapi langsung pakai standar nasional-internasional IODI Pusat.
“Tujuannya sebagai standar penilaian setara nasional-internasional dan cetak atlet berstandar dunia,” ungkap Ketum IODI Sulut, Stella Kewo.
Kehadiran juri internasional jadi bukti IODI Sulut nggak main-main cetak atlet. Targetnya jelas guna menembus kancah nasional sampai Sea Games.
Di sisi lain, Atlet kab/kota se-Sulut juga dapat porsi latihan maksimal. Mereka ditempa pelatih lokal top berlisensi nasional.
Kukuh Gary Sumiran, Hillary Misa dan Qwilla Unggul adalah pelatih lokal milik IODI Sulut.
Selain lokal, ada pula pelatih nasional, Angel Olivia Juwita Lumiana Pardede dari Denpasar, Bali.
Materi latihan mereka sesuai kurikulum IODI Pusat. “Jadi sebelum dinilai juri internasional, atlet udah ditempa standar nasional dulu,” kata Sekum IODI Sulut Nancy Wuwungan.
Ia menegaskan Kejurda ini jadi panggung pembuktian dancer Sulut sekaligus ajang seleksi atlet terbaik yang akan bawa nama daerah ke level lebih tinggi.
“Kita buktikan dances sulut bisa berprestasi di skala nasional,” pungkasnya. (don)













