NPM, MANADO – Aparat Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado berhasil menggagalkan keberangkatan seorang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural, Senin (22/6/2026) pukul 05.30 Wita.
CPMI nonprosedural tersebut diduga akan dipekerjakan secara ilegal sebagai admin judi online (judol) di Laos.
Pencegahan dilakukan di area Boarding Gate 5 Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado terhadap seorang perempuan berinisial FT (25) asal Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kapolsek Bandara Iptu Masry didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi keluarga korban serta hasil pemantauan petugas di area keberangkatan.
“Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait, petugas menemukan adanya indikasi keberangkatan CPMI nonprosedural dengan tujuan transit menuju Laos,” ucap Iptu Masry.
Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui akan bekerja sebagai admin judi online dengan seluruh biaya perjalanan ditanggung pihak perekrut.
Dari hasil pendalaman, diketahui korban direkrut oleh seorang perempuan berinisial Y yang berada di Laos.
Modus yang digunakan yakni menanggung seluruh biaya keberangkatan korban dari daerah asal hingga negara tujuan.
Selain itu, korban juga diketahui pernah bekerja secara nonprosedural di Kamboja pada tahun 2025.
Saat itu korban bekerja di sektor yang sama selama kurang lebih enam bulan dan kembali tertarik bekerja ke luar negeri karena alasan ekonomi.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan BP3MI Sulawesi Utara dan Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU) Sulut untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil analisa awal, kasus ini terindikasi kuat sebagai jaringan penempatan CPMI nonprosedural yang berpotensi mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Sehingga saat ini masih terus dilakukan pendalaman dan pengembangan,” lanjutnya.
Selain pencegahan keberangkatan, petugas juga melakukan pendataan.
Serta penelusuran terhadap dugaan jaringan perekrutan lintas negara yang melibatkan pihak luar negeri.
Polresta Manado menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan di jalur keberangkatan internasional.
Hal ini guna mencegah praktik TPPO serta melindungi masyarakat dari modus perekrutan kerja ilegal ke luar negeri. (fer)













