Pemprov Sulut dan BI Fasilitasi Distribusi 2,4 Ton Cabai Rawit dari Probolinggo ke Manado

Ilustrasi cabai

NPM, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah, khususnya komoditas pangan strategis, melalui sinergi dengan Bank Indonesia (BI).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memfasilitasi distribusi 2,4 ton cabai rawit merah varietas Patalan dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Manado, Sulawesi Utara.

Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) ini ditargetkan membuat pasokan cabai tersedia untuk disalurkan kepada pedagang pada Selasa, 15 September 2026, bertepatan dengan pembukaan operasional pasar.

Cabai tersebut berasal dari wilayah Probolinggo dan akan dikirim melalui jalur udara dengan rute Probolinggo – Bandara Juanda – Bandara Makassar – Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pengiriman ditargetkan tiba di Manado pada Senin malam.

Biaya distribusi difasilitasi melalui skema reimburse FDP Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya memperlancar distribusi komoditas pangan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan.

Pemprov Sulut bersama BI menargetkan cabai yang didistribusikan dapat dijual kepada masyarakat dengan harga konsumen maksimal Rp57.000 per kilogram, sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Pada tahap awal, sebanyak 2,4 ton cabai rawit merah tersebut akan didistribusikan ke Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan.

Penyaluran akan dilakukan melalui pedagang utama pasar yang terdaftar dalam SP2KP, dengan pengecer yang menjual cabai tersebut akan terlebih dahulu didata untuk memastikan proses distribusi dapat dipantau.

Untuk memastikan harga tidak mengalami kenaikan sepihak, proses distribusi dan penjualan akan mendapat pengawasan dari Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Pada Senin malam, TPID akan mengoordinasikan penerimaan cabai di Pasar Bersehati.

Selanjutnya dini hari Selasa, pengiriman untuk Minut dan Minsel akan dikawal menuju titik pembagian. Sekitar pukul 06.30 WITA, cabai ditargetkan mulai disalurkan kepada pedagang.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulut dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap pergerakan inflasi.

Dengan mendatangkan pasokan dari daerah sentra produksi seperti Probolinggo, pemerintah berupaya memperkuat ketersediaan cabai di Sulawesi Utara sekaligus memperpendek kesenjangan harga.

Pemprov Sulut juga mengajak seluruh pedagang dan pelaku distribusi untuk bersama-sama menjaga stabilitas pangan dengan mengikuti ketentuan harga dan tidak mengambil keuntungan berlebihan. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *